PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–Konsumsi obat tanpa resep dokter masih sering dilakukan sebagian masyarakat awam. Padahal, kebiasaan itu bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari efek samping hingga memperparah kondisi penyakit.
Apoteker RSUD Pandega Pangandaran Lela Durotulailah, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan obat dan tidak sembarangan mengonsumsi obat berdasarkan rekomendasi orang lain atau informasi yang belum terverifikasi.
“Setiap obat memiliki indikasi, dosis, cara penggunaan, serta efek samping yang berbeda. Karena itu penggunaannya harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien,” ujarnya belum lama ini.
Baca Juga:Didasari Rasa Kecewa, Sebagian Kader PAN di Kota Tasikmalaya Undur Diri6 Bulan Insentif Guru di Kota Tasikmalaya Belum Dibayar, Pengamat Soroti Sikap Pimpinannya
Menurutnya, salah satu kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah membeli obat keras tanpa resep atau menggunakan obat yang sebelumnya pernah diresepkan untuk penyakit yang dianggap serupa.
Meskipun gejalanya tampak sama, belum tentu memiliki penyebab yang sama. Penggunaan obat yang tidak sesuai justru dapat menutupi gejala penyakit sehingga diagnosis menjadi terlambat.
Lela menjelaskan, bahwa penggunaan antibiotik tanpa resep juga menjadi perhatian serius. Antibiotik yang digunakan secara tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri, yakni kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap pengobatan sehingga lebih sulit disembuhkan.
“Ketika antibiotik digunakan sembarangan, bakteri bisa menjadi kebal. Akibatnya, saat benar-benar dibutuhkan, obat tersebut tidak lagi bekerja secara optimal,” katanya.
Selain itu, penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan juga berisiko menimbulkan interaksi obat, reaksi alergi, hingga kerusakan organ apabila dikonsumsi dalam jangka panjang atau dengan dosis yang tidak sesuai.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu membaca aturan pakai, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, serta berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat, terutama untuk penyakit yang tidak kunjung membaik.
“Jangan menjadikan pengalaman orang lain sebagai acuan dalam pengobatan. Konsultasikan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan agar penggunaan obat lebih aman dan efektif,” tegasnya.
Baca Juga:Ikan Kerapu Raksasa Terjaring Nelayan di Pangandaran, Bobotnya 120kilogramVespa, Cerita dan Dua Hari yang Akan Mengubah Tasikmalaya!
Lela mengajak masyarakat memanfaatkan layanan konsultasi kefarmasian yang tersedia di RSUD Pandega Pangandaran untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai penggunaan obat.
“Obat memang dapat membantu proses penyembuhan, tetapi jika digunakan tidak sesuai aturan justru dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Karena itu, hentikan kebiasaan menggunakan obat tanpa resep dan tanpa konsultasi,” pungkasnya. (den)
