Dari Jakarta untuk Menepati Janji!

Azies Rismaya tepati janji bertemu FOSSMA
Para pengurus FOSSMA bersama H. Azies Rismaya Mahpud, Senin (22/6/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Di zaman ketika simbol agama sering lebih ramai daripada substansi agama itu sendiri, peringatan tersebut terasa relevan. Azies mengingatkan bahwa jalan kebenaran tidak pernah sepi pertolongan.

Menurutnya, siapa pun yang istiqamah berada di jalan yang benar akan menemukan banyak orang yang membantu.

Ia juga mengajak warga Kota Tasikmalaya untuk tidak berhenti mengkritik.

Tetapi kritik yang dimaksud bukan kritik yang menghancurkan. Bukan pula kritik yang lahir dari kebencian. Melainkan kritik yang membawa ide, gagasan, dan solusi.

“Kritisi dengan cara yang konstruktif,” ujarnya.

Baca Juga:Safety Riding Antar Satlantas, Polres Tasikmalaya Kota Tembus Tiga Besar JabarDiduga Korsleting Listrik, Kamar Rumah di Tawang Kota Tasikmalaya Ludes Terbakar

Pesan itu penting. Sebab di era media sosial, sering kali orang lebih mudah mencaci daripada memberi solusi. Lebih cepat menghujat daripada memperbaiki.

Azies juga berbicara tentang hal yang semakin sulit dilakukan banyak orang.

Menjaga lisan.

Menurutnya, semangat mencari rezeki harus diiringi kemampuan menjaga ucapan.

Sebab tidak sedikit orang yang berhasil dalam bisnis tetapi gagal dalam menjaga perkataan. Tidak sedikit pula yang rajin beribadah tetapi gemar menyakiti orang lain melalui lisannya.

Baginya, keduanya harus berjalan beriringan. Kerja keras dan akhlak. Usaha dan etika. Rezeki dan doa.

Ia juga mengingatkan pentingnya mendoakan orang tua. Yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Pesan itu terasa sangat tepat.

Karena pertemuan tersebut memang berawal dari doa bersama, tahlil, dan takziah untuk almarhum H. Engkud Mahfudz dan almarhumah Hj. Siti Muniroh beserta keluarga besar.

Di tengah masyarakat yang semakin sibuk mengejar masa depan, Azies seolah mengingatkan bahwa akar kehidupan tetap berada pada restu orang tua.

Baca Juga:Wakil Wali Kota Tasikmalaya Usul Jika CPNS Dibuka Tahun ini Dahulukan PPPK Paruh WaktuPAD Seret, Kata DPRD: Ujian untuk Kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya

Ayah dari anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Husein Fadlulloh, itu juga menaruh harapan besar terhadap Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, Tasikmalaya seharusnya menjadi daerah percontohan. Bukan hanya karena identitas religiusnya. Tetapi juga karena kreativitas masyarakatnya.

Kota ini, kata Azies, memiliki modal sosial yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Masjid yang hidup. Pesantren yang tumbuh. Komunitas yang aktif. Serta masyarakat yang dikenal religius.

Tantangannya tinggal satu. Bagaimana semua modal itu diubah menjadi kekuatan pembangunan. Karena religiusitas yang tidak melahirkan kreativitas hanya akan menjadi slogan. Sebaliknya kreativitas tanpa nilai akan kehilangan arah.

0 Komentar