Gelorakan Olahraga Tradisional, Disparpora Bangkitkan Minat Generasi Muda Kabupaten Tasikmalaya

Olahraga tradisional
Disparpora Kabupaten Tasikmalaya kompak foto bersama dengan para pemenangan Festival Olahraga Tradisional yang diselenggarakan di Objek Wisata Galunggung, Minggu 21 Juni 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Festival Olahraga Tradisional 2026 yang digelar di Objek Wisata Cipanas Galunggung, Minggu (21/6/2026), menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk melestarikan warisan budaya daerah sekaligus mendorong generasi muda lebih aktif berolahraga.

Kegiatan ini juga diarahkan sebagai sarana pembentukan karakter melalui nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, dan sportivitas yang terkandung dalam berbagai permainan tradisional.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Aam Rahmat Selamet, menegaskan pentingnya melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda saat ini.

Baca Juga:Kuatkan Struktur Hingga Akar Rumput, PAN Kabupaten Tasikmalaya Targetkan Melesat di 2029Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru Membludak

Menurut Aam, olahraga tradisional memiliki peran penting dalam mengembalikan minat generasi muda terhadap aktivitas fisik sekaligus mengenalkan kembali berbagai permainan warisan budaya yang mulai terlupakan.

“Olahraga tradisional sangat penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda. Saat ini banyak permainan tradisional yang mulai ditinggalkan, padahal di dalamnya terdapat nilai-nilai positif yang sangat bermanfaat bagi perkembangan karakter anak-anak dan remaja,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa olahraga tradisional tidak hanya berorientasi pada kemenangan, kecepatan, atau kekuatan semata. Lebih dari itu, berbagai permainan tradisional mengajarkan nilai kebersamaan, kekompakan, kerja sama tim, serta sportivitas yang menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui olahraga tradisional, anak-anak dapat belajar bekerja sama, saling menghargai, dan menjunjung tinggi sportivitas. Nilai-nilai inilah yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.

Aam juga menyoroti kondisi saat ini di mana banyak anak dan remaja lebih banyak menghabiskan waktu dengan telepon genggam (gawai) dibandingkan melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar tidak berdampak pada kesehatan dan perkembangan sosial generasi muda.

“Kita melihat saat ini banyak generasi muda yang lebih sibuk bermain handphone. Ke depan kondisi ini harus kita ubah dengan menghadirkan kegiatan-kegiatan positif, termasuk olahraga tradisional, agar mereka lebih aktif bergerak, memiliki semangat berolahraga, dan tumbuh menjadi generasi yang sehat serta produktif,” ungkapnya.

Baca Juga:Penuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani PasundanUsai Kepala BGN Ditangkap, Aktivis KNPI Desak APH Bongkar Dugaan Penyimpangan Program MBG di Tasikmalaya

Ia berharap berbagai kegiatan dan festival olahraga tradisional yang digelar di Kabupaten Tasikmalaya dapat menjadi sarana edukasi sekaligus upaya pelestarian budaya daerah, sehingga permainan-permainan tradisional tetap dikenal dan diminati oleh generasi penerus bangsa.

0 Komentar