Ekonomi Lesu, Pasar Margalaksana Sukaraja Tasikmalaya Kian Sepi

Pasar margalaksana
Kondisi Pasar Margalaksana di Kecamatan Sukaraja terlihat lengang dengan minim aktivitas perdagangan dan transaksi jual beli. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Aktivitas perdagangan di Pasar Margalaksana, Desa Margalaksana, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, terus mengalami penurunan. Kondisi ekonomi yang belum stabil dinilai berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat sehingga transaksi jual beli di pasar tersebut semakin sepi.

Pasar yang dibangun pada 2022 itu memiliki sekitar 30 kios. Namun, hingga saat ini hanya sekitar 10 kios yang masih beroperasi. Sebagian besar kios yang bertahan didominasi pedagang kuliner, terutama penjual seblak. Sementara kios lainnya tampak kosong dan tidak lagi digunakan untuk aktivitas perdagangan.

Salah seorang warga Desa Margalaksana, Ayub, menilai kurang berkembangnya pasar tersebut diduga dipengaruhi oleh penataan yang kurang matang sejak tahap perencanaan.

Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan

“Ketiadaan atau keterbatasan lahan parkir dinilai menjadi kendala bagi pengunjung untuk berbelanja dengan nyaman,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja. Dalam pengembangan pasar rakyat, faktor aksesibilitas, ketersediaan area parkir, sirkulasi pengunjung, hingga kemudahan distribusi barang menjadi unsur penting yang menentukan tingkat kunjungan dan aktivitas perdagangan.

Apabila aspek-aspek tersebut tidak diperhitungkan secara menyeluruh, pasar berpotensi mengalami penurunan aktivitas meskipun kondisi bangunan fisiknya masih layak digunakan.

Situasi ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pihak terkait agar pembangunan fasilitas ekonomi masyarakat tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan. Perencanaan juga perlu mempertimbangkan studi kelayakan, kebutuhan pedagang, pola mobilitas pengunjung, serta potensi pasar di wilayah setempat.

Keberhasilan sebuah pasar tidak hanya diukur dari jumlah kios yang dibangun, tetapi juga dari tingkat keterisian kios, intensitas transaksi, dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, membenarkan bahwa aktivitas perdagangan di Pasar Margalaksana saat ini mengalami penurunan. Menurutnya, hanya sebagian masyarakat yang masih berjualan di lokasi tersebut.

“Kami sudah sampaikan kepada dinas terkait agar membuat program supaya Pasar Margalaksana ini bisa kembali ramai dan aktivis perekonomian masyarakat kembali menggeliat,” ungkap Ari. (dik)

0 Komentar