SR 41 Kota Tasikmalaya Jadi Penawar Putus Sekolah, Menteri PPA Ingatkan Pengasuh Jangan Lengah

Menteri PPPA kunjungi Sekolah Rakyat Tasikmalaya
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi didamping Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi dan istri meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 41, Kamis (18/6/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Menurut dia, para pengasuh di asrama memang berperan sebagai pengganti orang tua selama anak berada di sekolah. Namun demikian, tanggung jawab keluarga tidak otomatis berhenti.

“Orang tua tetap memiliki tanggung jawab membimbing anak-anaknya dari jauh. Minimal mendoakan, memberikan semangat saat menjenguk, serta terus memotivasi agar mereka memiliki bekal untuk masa depan,” ucapnya.

Di hadapan para siswa, Arifatul juga menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna. Ia meminta anak-anak tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga dengan keterbatasan.

Baca Juga:Disdikbud Tasikmalaya Percepat 7 Kebiasaan Anak Hebat di SMP, kenapa?Generasi Qurani Jadi Benteng di Era Digital, Diky Candra Motivasi Santri Madrasah Diniyyah

“Jangan minder. Kejar cita-cita dengan fokus belajar. Jangan lupa doakan orang tua,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan bangku belajar, melainkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun mimpi.

Sebab, gedung yang megah akan kehilangan makna apabila pengasuhan lengah, sementara perhatian yang tulus justru mampu melahirkan generasi yang tangguh. (rezza rizaldi)

0 Komentar