Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menegaskan bahwa karya yang diluncurkan pada malam tersebut merupakan hasil nyata dari proses pembinaan yang selama ini dijalankan di lingkungan lapas.
Menurutnya, melalui Program Pojok Musik Lapas, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas sehingga mampu menghasilkan karya yang bernilai positif bagi masyarakat.
“Melalui Pojok Musik Lapas, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi positif. Karya yang ditampilkan malam ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang terus kami lakukan,” ujarnya.
Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan
Pada kesempatan yang sama, Yayasan Bakti Anak Negeri memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pembina Yayasan Bakti Anak Negeri, Brigjen TNI (Purn) H. Rubiono Prawiro, kepada Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah, Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono, dan Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis Supriyanto.
Menurut Rubiono, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Penghargaan ini bentuk terima kasih atas kolaborasi antara Bupati Ciamis, Kepala Lapas, Kapolres, dan jajaran Forkopimda lainnya bisa untuk menghibur masyarakat Ciamis dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke 384,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan pembinaan warga binaan di Lapas Ciamis yang dinilai mampu mengubah stigma negatif masyarakat terhadap narapidana.
“Saya memberikan apresiasi para pejabat karena telah berhasil mengambil peran strategis gerakan memuliakan orang Indonesia (Gemoi). Karena bukan rahasia umum masih ada sentimen negatif para warga binaan kemasyarakatan, akan tetapi di Lapas Ciamis ternyata pembinaan terukur sehingga sentimentil berhasil tekikis habis runtuh,” katanya.
Rubiono menilai keberhasilan pembinaan tersebut terlihat dari lahirnya karya-karya kreatif warga binaan yang mampu diterima masyarakat luas.
Baca Juga:Usai Kepala BGN Ditangkap, Aktivis KNPI Desak APH Bongkar Dugaan Penyimpangan Program MBG di TasikmalayaSimulasi Gizi Kedaruratan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya Bagikan Pengalaman Lapangan kepada Mahasiswa
“Bahkan ada pencinta lagu bapak Judin, bisa ngetop dan jadi pelopor bahwa di Lapas bisa tetap berkarya,” bebernya.
