“Target dari DPW delapan kursi. Nanti akan kami rasionalisasikan lagi. Kalau setelah dikaji ternyata bisa lebih, tentu kenapa tidak,” ucapnya.
Sebagai langkah awal, PKB Kota Tasikmalaya telah memulai strategi pencalegan dini.
Bahkan pada 16 Juni mendatang, DPC PKB akan kembali mempresentasikan strategi pemenangan Pemilu 2029 kepada DPW dan DPP.
Baca Juga:Kenaikan Harga BBM Picu Efek Domino, Kata PUI: UMKM Terjepit dan Daya Beli Rakyat MerosotFilm Langit Tetap Sama Pecah Stereotip, Tasikmalaya Buktikan Disabilitas Mampu Jadi Kreator
Dalam pemaparan tersebut, partai juga akan melaporkan sejumlah nama kader potensial yang dipersiapkan sebagai calon legislatif.
Sebelumnya, perebutan kursi Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya diwarnai persaingan enam kandidat yang muncul dalam Muscab.
Nama-nama yang mengikuti proses UKK yakni H Wahid, Heni Hendini, Muqit Nuryadin, Ahmad Junaedi Sakan, Asep Endang Muhammad Syams, dan H Oleh Soleh.
Namun setelah seluruh tahapan selesai, DPP PKB memutuskan mempertahankan H Wahid sebagai nahkoda partai. Keputusan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa PKB memilih melanjutkan kemudi lama untuk mengarungi target baru.
Sebab dalam politik, mengganti sopir memang mudah, tetapi memenangkan perlombaan tetap membutuhkan kendaraan yang siap melaju dan mesin yang benar-benar panas. (rezza rizaldi)
