Mahasiswa University of Oklahoma Berbagi Pengalaman Pertanian Modern dengan Santri Al-Kautsar

mahasiswa University of Oklahoma di Ponpes Al-Kautsar Tasikmalaya
Sejumlah mahasiswa University of Oklahoma saat berbagi pengetahuan dengan para santri Ponpes Al Kautsar 561 Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026). (ist)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sejumlah mahasiswa University of Oklahoma, Amerika Serikat, berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan pertanian modern dengan santri Pondok Pesantren Al-Kautsar 561 Tasikmalaya dalam kunjungan yang berlangsung Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang pertukaran pengetahuan mengenai sektor pertanian antara Amerika Serikat dan Indonesia. Selain memaparkan perkembangan pertanian di negaranya, para mahasiswa juga berdiskusi langsung dengan para santri mengenai tantangan dan peluang sektor pertanian di masa depan.

Humas Ponpes Al-Kautsar 561 Tasikmalaya, Dudung, menuturkan, kunjungan mahasiswa asing itu difasilitasi oleh PT Salam Growing, perusahaan pertanian organik milik warga Amerika Serikat yang telah lama menetap dan mengembangkan usahanya di kawasan Batu Mahpar, Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:Satu Bakul dari Kota Tasikmalaya, Banyak Harapan untuk Indonesia!Mencari Dirigen Baru Birokrasi Kabupaten Tasikmalaya!

Melalui perusahaan tersebut, sejumlah mahasiswa asal Amerika Serikat berkesempatan berkunjung dan berbagi pengalaman dengan para santri Ponpes Al-Kautsar. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa memaparkan kondisi pertanian di Amerika Serikat sebelum melanjutkan diskusi dengan para santri.

Melalui analisis SWOT, para peserta membandingkan kondisi pertanian, peternakan, dan perikanan di Amerika Serikat dengan yang berkembang di Indonesia.

Dari diskusi tersebut, para santri mendapat gambaran mengenai perbedaan pertanian di Amerika Serikat dan Indonesia. Di Amerika Serikat, sebagian besar aktivitas pertanian telah memanfaatkan teknologi modern sehingga pengelolaan lahan dapat dilakukan lebih efisien.

Sementara di Indonesia, sebagian besar aktivitas pertanian masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan tenaga manusia. Di Al-Kautsar sendiri, berbagai teknologi pertanian modern seperti hidroponik, irigasi tetes, dan Internet of Things (IoT) mulai diperkenalkan dan diterapkan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di lingkungan pesantren.

Meski demikian, kemajuan teknologi tidak membuat sektor pertanian kehilangan perannya. Para mahasiswa justru mendorong para santri untuk melihat pertanian sebagai bidang yang tetap menjanjikan dan memiliki prospek besar di masa depan.

“Yang kemarin lebih di-sharing ke anak-anak tuh ya mengangkat motivasi mereka sih bahwa jangan anggap dunia pertanian itu dipandang sebelah mata. Dunia pertanian itu sangat menjanjikan. Karena mungkin salah satu hal di mana dunia pertanian ini tidak bisa digantikan dengan AI,” ujar Dudung.

0 Komentar