RADARTASIK.ID – Perpisahan antara Juventus dan Dusan Vlahovic ternyata menyisakan cerita yang jauh lebih rumit daripada sekadar kegagalan mencapai kesepakatan kontrak baru.
Di balik keputusan sang striker Serbia untuk meninggalkan Turin, muncul berbagai kabar mengenai hubungan yang tidak selalu harmonis dengan rekan-rekan setimnya.
Meski secara resmi Vlahovic masih berstatus pemain Juventus hingga 30 Juni mendatang, kenyataannya hubungan kedua pihak telah berakhir.
Baca Juga:Gasperini Tak Ijinkan Mancini Pindah ke Inter Milan: Dia Akan Tetap di RomaCostacurta Tak Setuju AC Milan Tunjuk Pelatih Asing: Cardinale dan Ibrahimovic Mengulang Kesalahan yang Sama
Negosiasi perpanjangan kontrak yang berlangsung selama berbulan-bulan gagal menghasilkan kesepakatan, sehingga sang penyerang dipastikan akan meninggalkan Allianz Stadium.
Namun, yang menarik, kepergian Vlahovic disebut tidak terlalu disesali oleh sebagian besar penghuni ruang ganti Juventus.
Menurut laporan Tuttosport, hanya sedikit orang di Continassa yang benar-benar merasa kehilangan setelah hubungan antara Juventus dan Vlahovic berakhir.
Tak ada suasana haru berlebihan ataupun gelombang dukungan terbuka dari para pemain ketika kabar kegagalan negosiasi kontrak menjadi konsumsi publik.
Hal tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa hubungan Vlahovic dengan sebagian anggota skuad tidak seerat yang selama ini terlihat dari luar.
Secara teknis, tidak ada yang meragukan kualitas pemain berusia 26 tahun itu.
Juventus tetap mengakui bahwa Vlahovic merupakan salah satu penyerang terbaik yang mereka miliki dalam beberapa musim terakhir. Namun di luar lapangan, situasinya ternyata lebih kompleks.
Baca Juga:Daftar Pemain Incaran AS Roma di Bursa Transfer Musim Panas: Ada Nama Mohamed SalahColombo Peringatkan AC Milan: Allegri Akan Melakukan Segala Cara untuk Bawa Rabiot ke Napoli
Tuttosport menyebut bahwa karakter Vlahovic kerap dianggap terlalu dominan dan terkadang menimbulkan perpecahan di dalam kelompok pemain.
Beberapa rekan setim disebut kurang nyaman dengan sikapnya yang dinilai suka menonjolkan diri dan ingin selalu menjadi pusat perhatian.
Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan semakin terasa karena perkembangan negosiasi kontraknya terus menjadi bahan pembicaraan di ruang ganti.
Informasi mengenai tuntutan gaji dan posisi tawarnya kerap sampai ke telinga para pemain lain.
Salah satu pernyataan yang disebut kurang diterima di lingkungan Juventus adalah ketika Vlahovic membandingkan dirinya dengan Jonathan David.
Dalam salah satu kesempatan, ia dikabarkan mempertanyakan mengapa dirinya tidak layak mendapatkan bayaran lebih tinggi dibandingkan striker asal Kanada tersebut.
Selain itu, banyak pihak di klub juga tidak menyukai sikap Vlahovic yang tetap ingin menjadi pemain dengan gaji tertinggi di skuad.
