Bahkan, ia disebut berharap menerima bayaran lebih besar daripada bintang muda Juventus, Kenan Yildiz.
Tuntutan tersebut semakin meningkat setelah Juventus memperpanjang kontrak Manuel Locatelli dengan penyesuaian gaji.
Situasi itu membuat kubu Vlahovic menaikkan permintaan dalam negosiasi, sesuatu yang akhirnya menjadi salah satu alasan utama kegagalan pembicaraan kontrak.
Baca Juga:Gasperini Tak Ijinkan Mancini Pindah ke Inter Milan: Dia Akan Tetap di RomaCostacurta Tak Setuju AC Milan Tunjuk Pelatih Asing: Cardinale dan Ibrahimovic Mengulang Kesalahan yang Sama
Jika Juventus menyetujui seluruh tuntutan tersebut, sejumlah pihak di internal klub meyakini kondisi ruang ganti bisa semakin sulit dikendalikan.
Laporan yang sama juga menyoroti reaksi para pemain setelah kabar perpisahan Vlahovic tersebar luas.
Tidak ada satu pun pemain Juventus yang secara terbuka memberikan pesan dukungan atau ucapan khusus melalui media sosial.
Meski hal itu bisa saja terjadi karena Vlahovic masih terikat kontrak hingga akhir Juni, banyak pihak menilai sikap diam tersebut cukup menggambarkan suasana sebenarnya di dalam tim.
Pada akhirnya, baik manajemen, pelatih maupun para pemain disebut menerima keputusan berpisah sebagai jalan terbaik bagi semua pihak.
Sumber internal klub mengakui bahwa Vlahovic merupakan pemain penting dari sisi teknis, tetapi tidak sampai pada level yang tak tergantikan seperti yang sering ia gambarkan sendiri.
Selain persoalan kontrak dan gaji, beberapa anggota skuad juga disebut kurang menyukai gaya kepemimpinan Vlahovic yang dianggap berlebihan.
Baca Juga:Daftar Pemain Incaran AS Roma di Bursa Transfer Musim Panas: Ada Nama Mohamed SalahColombo Peringatkan AC Milan: Allegri Akan Melakukan Segala Cara untuk Bawa Rabiot ke Napoli
Meski memiliki kelompok pendukung di ruang ganti, ada pula cukup banyak pemain yang diam-diam berharap sang striker segera meninggalkan Turin.
Tentu saja, gaji fantastis yang diterimanya turut memicu kecemburuan.
Selama beberapa musim terakhir, Vlahovic menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Serie A, dengan penghasilan yang mencapai sekitar 12 juta euro per musim atau setara Rp240 miliar per tahun menggunakan kurs Rp20.000 per euro.
Meski demikian, persoalan terbesar tampaknya bukan terletak pada nominal gaji, melainkan pada sikap dan dinamika hubungan yang berkembang di dalam tim.
Kekecewaan lain yang dirasakan Vlahovic berkaitan dengan ban kapten Juventus. Sang striker dikabarkan berharap menjadi salah satu kandidat pemimpin tim berdasarkan senioritas dan statusnya di skuad.
Namun klub justru menempatkan Manuel Locatelli, Gleison Bremer, dan Kenan Yildiz dalam urutan yang lebih diprioritaskan untuk mengenakan ban kapten. Keputusan tersebut disebut membuat Vlahovic cukup kecewa.
