TASIKMALAYA, RADAR TASIKMALAYA – Peristiwa duka terjadi di Kampung Sukahurip, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026) sore.
Seorang warga berinisial AH (54) ditemukan meninggal dunia tergantung di dalam rumahnya.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tersebut diketahui merupakan warga Kampung Sukahurip RT 02 RW 08, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi.
Baca Juga:Jenazah Pemuda Asal Cisayong Ditemukan Tergantung di Jembatan Kereta Api Ciawi TasikmalayaInsentif RT RW se-Kota Tasikmalaya Tersendat, Forsil Desak Pemkot Hentikan Birokrasi yang Jalan di Tempat
Kapolsek Mangkubumi Polres Tasikmalaya Kota Iptu Ipan Faisal membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta evakuasi jenazah.
“Benar, kami menerima laporan adanya warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Setelah mendapat informasi, petugas bersama tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Iptu Ipan Faisal.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, jenazah pertama kali ditemukan oleh istrinya, Cicih Sukaesih, sepulang bekerja.
Saat memasuki rumah, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah lama menderita penyakit jantung dan gangguan lambung.
Baca Juga:Lingkar Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Rusak Menahun: Butuh Rp15,4 Miliar, Tambal Sulam Jadi PenawarJenazah Pria Ditemukan Mengambang di Sumur Tawang Tasikmalaya, Warga Sempat Dikejutkan Suara MisteriusÂ
Kondisi kesehatan yang tak kunjung membaik disebut telah cukup lama dialami korban.
Petugas kepolisian bersama tim Inafis kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian sebelum mengevakuasi jenazah.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan telah menyampaikan pernyataan untuk tidak mempermasalahkan kejadian itu lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penyakit berkepanjangan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam mendampingi mereka yang tengah berjuang menghadapi masalah kesehatan dalam jangka waktu lama. (rezza rizaldi)
