Bahkan, pihaknya berharap operasional IPAL sudah dapat berjalan optimal pada pertengahan Juni mendatang.
“Kami optimistis sebelum 1 Juli seluruh penyempurnaan bisa selesai. Kalau memungkinkan, pertengahan Juni sudah tuntas sehingga operasional IPAL dapat lebih optimal,” tegasnya.
Sebelumnya, Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya menemukan sejumlah kekurangan saat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi IPAL TPA Ciangir.
Baca Juga:Fossma Siapkan Badan Hukum dan Program Umat, Jangan Sampai Masjid Hanya Ramai saat Ada AcaraTabungan Kurban ASN Dongkrak Peternak Lokal, berehan Jadi Jembatan Ekonomi Priangan Timur Berkelanjutan
Meski pembangunan fisik dinilai sesuai perencanaan, masih terdapat beberapa persoalan teknis yang berpotensi menghambat optimalisasi fungsi instalasi.
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah belum tersedianya pasokan air bersih ke toren IPAL.
Selain itu, hasil akhir pengolahan limbah juga dinilai belum maksimal karena warna air buangan masih terlihat gelap.
DPRD memberikan tenggat waktu satu bulan kepada pihak terkait untuk menyelesaikan seluruh kekurangan tersebut.
Sebab, jika tidak segera dituntaskan, dikhawatirkan pencemaran aliran sungai di sekitar TPA Ciangir masih akan terjadi.
Dengan anggaran pembangunan mencapai lebih dari Rp3,5 miliar dari APBD 2025, proyek IPAL tersebut diharapkan tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi benar-benar mampu menjadi benteng pengendali pencemaran lingkungan.
Jangan sampai yang mengalir deras hanya alokasi anggarannya, sementara kualitas air masih menunggu sentuhan penyempurnaan. (rezza rizaldi)
