TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya akan membahas secara khusus keluhan masyarakat terkait aktivitas pedagang yang menggunakan sebagian badan Jalan Lingkar Utara atau Jalan Baru (JB) sebagai lokasi berjualan.
Persoalan tersebut belakangan ramai diperbincangkan warga hingga viral di media sosial karena dinilai mengganggu arus lalu lintas.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat tersebut. Namun sebelum mengambil langkah penertiban, Pemkot Tasikmalaya akan terlebih dahulu melakukan pembahasan bersama seluruh pihak terkait.
Baca Juga:Dua Sasana Taijiquan Resmi Berdiri di Kota TasikmalayaFoto yang Menjelaskan Semua Tentang PPP Kota Tasikmalaya!
Menurutnya, penanganan persoalan di kawasan Jalan Baru tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus melalui koordinasi lintas instansi agar solusi yang diambil dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru.
“Itu mau dirapatkan dulu karena harus dibicarakan secara komprehensif untuk penyelesaiannya,” ujar Yogi kepada Radar Tasikmalaya, Senin (25/5/2026).
Sorotan terhadap aktivitas pedagang di Jalan Baru mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok DS viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 40 detik tersebut, terlihat sejumlah pedagang memadati bahu hingga sebagian badan jalan, sehingga kendaraan yang melintas harus memperlambat laju kendaraan.
Pengunggah video menilai kondisi tersebut telah mengurangi fungsi utama Jalan Baru yang sejak awal dibangun sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di kawasan Mangkubumi hingga Jalan Pancasila.
“Cik atuh wali kota, jalur JB teh ulah dipake jualan, ngagokan pisan (pak wali kota, jalur JB jangan dipakai jualan, mengganggu banget, red),” ucap pengunggah video tersebut sambil merekam kondisi jalan.
Ia juga menyoroti penggunaan bahu jalan yang dijadikan tempat makan dan lokasi parkir pengunjung. Kondisi itu membuat arus kendaraan tersendat terutama pada sore hingga malam hari. Sebab, pada jam tersebut, saat kawasan itu ramai dipadati masyarakat.
“Bahu jalan dijadikan tempat dahar (makan, red),” katanya.
Dalam unggahannya, pengunggah video berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Wali Kota Tasikmalaya, segera mengambil langkah penanganan agar fungsi jalan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
