CIAMIS, RADARTASIK.ID – Keterbatasan lapangan pekerjaan di Kabupaten Ciamis membuat banyak pencari kerja memilih merantau ke daerah industri seperti Bandung, Karawang, Tangerang, dan kawasan Jabodetabek lainnya.
Kondisi tersebut terlihat dari tingginya pembuatan kartu pencari kerja atau AK-1 di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Senin (25/5/2026). Mayoritas pemohon AK-1 diketahui akan melamar pekerjaan di luar daerah.
Salah seorang pencari kerja asal Ciamis, Dewi (18), mengaku membuat AK-1 bukan untuk mencari pekerjaan di wilayah Ciamis, melainkan untuk melamar ke kawasan industri yang dinilai memiliki peluang kerja lebih besar.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
“Karena mencari kerja di dunia industri susah Ciamis, sehingga kebanyakan keluar (merantau). Karena di sini kurang adanya pabrik yang bisa menyerap ribuan orang,” katanya kepada Radar, Senin (25/5/2026).
Selain minimnya industri, Dewi juga menilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Ciamis tahun 2026 yang masih berada di kisaran Rp 2,3 juta menjadi alasan masyarakat lebih memilih bekerja di luar daerah.
“Kalau bisa sih UMK di atas Rp 3 juta, baru mau kerja di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Ia berharap Kabupaten Ciamis dapat berkembang menjadi kawasan industri agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan tanpa harus merantau.
“Inginnya di Kabupaten Ciamis banyak pabrik, supaya bisa bekerja di Ciamis,” katanya.
Terkait rencana Job Fair 2026 yang akan digelar Dinas Ketenagakerjaan Ciamis, Dewi mengaku belum memastikan akan ikut melamar atau tidak. Menurut dia, keputusan tersebut akan bergantung pada perusahaan yang membuka lowongan.
“Tertarik industri garmen di CGU Handapherang, akan tetapi tidak lewat job fair. Kemungkinan ke tempat langsung lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Sebab kalau ikut job fair barangkali yang mendapat kerja yang beruntung saja,” tambahnya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Tedy Tresadi SE MM, membenarkan mayoritas masyarakat yang membuat AK-1 di Disnaker Ciamis memang bertujuan melamar pekerjaan di luar daerah.
“Iya yang membuat AK-1 di Disnaker Ciamis kebanyakan untuk melamar pekerjaan di luar Ciamis,” katanya.
