Tak lama kemudian, Thuram kembali menerima spanduk lain bertuliskan kalimat provokatif yang merujuk pada kemenangan derby atas Milan musim ini.
Aksi sang penyerang Prancis langsung memancing sorakan ribuan pendukung Inter yang memadati jalanan kota.
Insiden itu mengingatkan publik Italia pada momen legendaris tahun 2007 yang melibatkan mantan gelandang Milan, Massimo Ambrosini.
Baca Juga:Syarat AC Milan, AS Roma, Como, dan Juventus Lolos ke Liga ChampionsMedia Italia: Inter Milan Ragu Bawa Pulang Aleksandar Stankovic
Kala itu, Milan baru saja menjuarai Liga Champions usai mengalahkan Liverpool FC 2-1 di final Athena.
Dalam parade kemenangan menggunakan bus terbuka, Ambrosini membentangkan spanduk bertuliskan “Lo scudetto mettilo nel c…”, sindiran keras kepada Inter yang saat itu mendominasi Serie A.
Pesan tersebut secara kasar bermakna mengejek gelar liga domestik Inter, seolah mengatakan bahwa Scudetto tidak berarti dibanding kejayaan Eropa Milan.
Ejekan itu kemudian menjadi bagian dari sejarah rivalitas panas Derby della Madonnina.
Dua tahun setelah insiden Ambrosini, mantan bek Inter, Marco Materazzi, membalas sindiran tersebut saat Inter merayakan gelar mereka.
Materazzi kala itu membentangkan tulisan bernada balasan yang kembali memanaskan rivalitas antara dua klub kota Milan tersebut.
Kini, hampir dua dekade kemudian, aksi Marcus Thuram seakan menghidupkan kembali perang psikologis klasik antara Inter dan Milan.
Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Ibrahimovic Biang Kerok Kehancuran AC MilanDaniele De Rossi: AC Milan Lebih Kuat di Atas Kertas
Bedanya, kali ini Nerazzurri yang berada di atas angin setelah menutup musim dengan pesta Scudetto dan Coppa Italia.
Perayaan Inter pun bukan hanya soal trofi, tetapi juga tentang supremasi dan kebanggaan mengungguli rival abadi mereka di Italia musim ini.
