Perbedaan itu dinilai cukup krusial karena berkaitan dengan kewenangan dan fungsi jabatan. Namun, Pemkot Tasikmalaya memilih berhati-hati dan tidak ingin berspekulasi lebih jauh.
“Tentunya pemerintah pusat dan provinsi punya pertimbangan sendiri dalam menentukan siapa yang ditunjuk, termasuk statusnya nanti Plh atau Pj sekda,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra mengaku hingga kini dirinya belum menerima informasi resmi terkait sosok yang bakal mendampingi dirinya selama sekda menjalani cuti haji. “Belum sampai sekarang. Benar, saya pusing dikumaha-kumahakeun, emang belum tahu. Mudah-mudahan hari ini saya dapat kabar, biar saya tahu nanti mau kerja sama siapa,” ucapnya sambil berseloroh.
Baca Juga:Butuh Rp345 Juta Perbulan Untuk Gaji Sukwan DLH Kota Tasikmalaya, Bukan Masalah Kalau PAD OptimalInovasi Parkir Dishub Kota Tasikmalaya Terancam Rontok, Ada Wacana Sistem Berlangganan se-Jawa Barat
Adapun Sekda Kota Tasikmalaya H Asep Goparulloh memilih irit bicara terkait siapa figur yang bakal mengisi kursinya sementara waktu. Ia menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada pemerintah provinsi dan pusat. “Nanti sajalah, nanti di provinsi. Hasil-hasilnya nanti dari provinsi saja,” singkatnya.(Firgiawan)
