TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya menekan angka pengangguran yang hingga tahun 2025 tercatat masih mencapai lebih dari 38 ribu orang. Dari total sekitar 1,9 juta penduduk Kabupaten Tasikmalaya, puluhan ribu warga tersebut belum memiliki pekerjaan.
Berbagai program dan formulasi pun disiapkan melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP-TK) Kabupaten Tasikmalaya untuk mengurangi angka pengangguran secara bertahap.
Kepala DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya dr H Faisal Seoparianto MSi mengatakan, angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya sebenarnya terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Menurutnya, berdasarkan data tahun 2025, jumlah pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar 38 ribu orang.
Untuk menekan angka tersebut, pemerintah daerah menjalankan sejumlah program, salah satunya melalui pelatihan vokasi dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, termasuk melalui program IM Japan.
Pelatihan tenaga kerja tersebut, kata Faisal, dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Balai Latihan Kerja (BLK), serta IM Japan.
“Langkah ini sebagai upaya untuk penyerapan tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya bisa ditekan,” ungkap Faisal.
Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya mendatangkan investor agar membuka usaha dan perusahaan di Kabupaten Tasikmalaya sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Upaya lainnya dilakukan melalui pelaksanaan job fair, baik secara online maupun offline, untuk mempertemukan pencari kerja lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Menurut Faisal, saat ini sudah ada sejumlah investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya pembangunan Rumah Sakit Persis di wilayah Ciawi, Tasikmalaya Utara yang diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
DPM-PTSP-TK juga membentuk tim kerja daerah vokasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan dunia kerja dan sektor usaha.
“Seperti contoh membuat kerajinan bambu, bordir jahit sehingga ketika mempunyai skil dapat direkrut perusahaan sehingga menyerap tenaga kerja dari sektor UMKM,” tambah Faisal.
Sementara itu, Kabid Ketenagakerjaan DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, Heri Susanto SSos MSi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan penurunan angka pengangguran hingga 30 persen.
