Haji 2026 Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Umat, UMKM Indonesia Bidik Dampak Multiplier Effect Triliunan Rupiah

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Prof Dr Jaenal E
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Prof Dr Jaenal Effendi. Foto: MHC/Disway
0 Komentar

Kehadiran cita rasa Nusantara di Tanah Suci disambut antusias, karena memberi kenyamanan tersendiri bagi jemaah Indonesia yang dapat menikmati makanan dengan rasa yang akrab di lidah.

Tak hanya itu, pelaku usaha nasional juga mulai memperluas penetrasi pasar melalui kerja sama ekspor makanan siap saji (ready to eat), yang dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan logistik konsumsi jemaah dalam skala masif.

Di sektor lain, geliat UMKM juga mulai tampak di area komersial hotel-hotel tempat jemaah menginap.

Baca Juga:Muktamar NU 2026 Resmi Digelar Agustus, PBNU Matangkan Agenda Besar Organisasi, Ini Penjelasan Gus IpulEra Baru Timnas Indonesia di Tangan John Herdman, Misi Akhiri Kutukan Piala AFF 2026

Beragam produk kuliner khas Indonesia seperti bakso, empek-empek, soto, hingga aneka makanan tradisional lainnya hadir sebagai bagian dari wajah ekonomi haji yang mulai terbentuk.

Jaenal menilai perkembangan tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi beserta Kementerian Haji Saudi yang membuka ruang kemitraan lebih luas bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk masuk ke rantai pasok layanan haji.

Dengan nilai anggaran penyelenggaraan haji yang mencapai sekitar Rp18,2 triliun, pemerintah berharap belanja besar tersebut mampu memunculkan multiplier effect ekonomi yang jauh lebih luas, mulai dari peningkatan ekspor, tumbuhnya industri pendukung, hingga naiknya kapasitas UMKM nasional untuk bersaing di pasar global.

Meski besaran dampak ekonomi tersebut masih dalam tahap penghitungan, pemerintah meyakini manfaat bergandanya akan jauh melampaui angka belanja penyelenggaraan haji itu sendiri, menjadikan ibadah haji bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga motor penguatan ekonomi umat.

0 Komentar