Muktamar NU 2026 Resmi Digelar Agustus, PBNU Matangkan Agenda Besar Organisasi, Ini Penjelasan Gus Ipul

Muktamar NU 2026 Resmi Digelar Agustus
Muktamar NU 2026 Resmi Digelar Agustus, PBNU Matangkan Agenda Besar Organisasi, Ini Penjelasan Gus Ipul. Foto: Disway
0 Komentar

RADARCIAMIS.COM— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan agenda besar organisasi dengan menjadwalkan Muktamar ke-35 pada 1 hingga 5 Agustus 2026.

Momentum lima tahunan itu diproyeksikan menjadi forum strategis untuk menentukan arah kebijakan organisasi ke depan, sekaligus merumuskan berbagai keputusan penting yang akan mewarnai perjalanan Nahdlatul Ulama di tingkat nasional.

Sebelum memasuki forum muktamar, PBNU lebih dahulu menyiapkan pondasi pembahasan melalui Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Baca Juga:Era Baru Timnas Indonesia di Tangan John Herdman, Misi Akhiri Kutukan Piala AFF 2026Purbaya Yakin Laju Pertumbuhan Bisa 6 Persen pada 2026, Setelah Kini Ekonomi Indonesia Tembus 5,61 Persen

Dua forum tersebut akan menjadi ruang konsolidasi gagasan sekaligus penyusunan materi strategis yang nantinya dibawa ke arena muktamar.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa penetapan jadwal Muktamar ke-35 telah diputuskan secara resmi.

“Muktamar NU insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus 2026,” ujar Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta, Rabu 7 Mei 2026 dikutip dari disway.id.

Namun, lokasi pelaksanaan hingga kini masih dalam tahap pembahasan mendalam.

Sejumlah daerah disebut telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah, mulai dari Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, hingga Jawa Timur.

Meski demikian, PBNU masih melakukan kajian komprehensif sebelum menetapkan pilihan akhir, dengan mempertimbangkan aksesibilitas, kesiapan infrastruktur, sarana pendukung, serta efektivitas waktu persiapan yang relatif singkat.

Di tengah proses penentuan lokasi, fokus utama PBNU kini diarahkan pada pematangan seluruh perangkat pelaksanaan muktamar.

Persiapan kepanitiaan disebut telah disusun secara lengkap dan kini tinggal menunggu pengesahan melalui surat keputusan dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, serta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Baca Juga:Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Dikebut pada 2026, Anggaran Rp14 Triliun Disiapkan Pemerintah Batal di Jakarta, Persija Kecewa Laga Kontra Persib Dipindah ke Samarinda, Ini Perasaan Mantan Ketum Jakmania

Selain struktur panitia, PBNU juga tengah mematangkan substansi pembahasan yang akan menjadi pokok agenda muktamar.

Seluruh rekomendasi, gagasan, dan rumusan kebijakan yang dihasilkan dari Munas Alim Ulama serta Konferensi Besar nantinya akan menjadi bahan utama dalam forum tertinggi organisasi tersebut.

Tak kalah penting, PBNU juga mempercepat penyelesaian administrasi kepengurusan wilayah dan cabang, termasuk penuntasan surat keputusan yang sebelumnya tertunda.

Langkah ini dinilai penting agar seluruh peserta yang memiliki hak mengikuti muktamar dapat dipastikan status organisasionalnya secara sah dan sesuai mekanisme.

0 Komentar