Batal di Jakarta, Persija Kecewa Laga Kontra Persib Dipindah ke Samarinda, Ini Perasaan Mantan Ketum Jakmania

Persija Kecewa Laga Kontra Persib Dipindah ke Samarinda
Persija Kecewa Laga Kontra Persib Dipindah ke Samarinda, Ini Perasaan Mantan Ketua Umum The Jakmania. Foto: I League
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Pemindahan venue duel klasik Persija Jakarta vs Persib Bandung ke Stadion Segiri, markas Borneo FC memunculkan kekecewaan besar dari kubu Macan Kemayoran, yang merasa kehilangan keuntungan kandang sekaligus momentum penting di tengah persaingan gelar BRI Super League 2025/2026.

Langit kompetisi BRI Super League 2025/2026 kembali diwarnai dinamika besar jelang duel paling dinanti musim ini.

Pertandingan sarat rivalitas antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung dipastikan tak digelar di Jakarta.

Baca Juga:Sudah Diputuskan, PERSIJA vs PERSIB Dipindah ke Samarinda, ‘Final’ Penentu Gelar Digelar di Markas Borneo FCPercepat Langkah, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru 

Laga klasik tersebut resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB, keputusan yang meninggalkan rasa kecewa mendalam di kubu Macan Kemayoran.

Bagi Persija, keputusan itu bukan sekadar soal perubahan lokasi pertandingan.

Lebih dari itu, tim ibu kota merasa kehilangan momentum tampil di hadapan pendukung sendiri dalam laga yang bernilai lebih dari sekadar tiga poin—pertandingan yang bisa menentukan arah perburuan gelar hingga pekan-pekan terakhir musim ini.

Ketua Panitia Pelaksana pertandingan Persija, Ferry Indrasjarief, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya keras meyakinkan semua pihak bahwa laga kandang Persija layak digelar di Jakarta.

Berbagai langkah antisipatif disebut telah disiapkan, termasuk membangun koordinasi intensif dengan Jakmania demi memastikan atmosfer pertandingan tetap kondusif.

Menurut Ferry Indrasjarief, yang juga mantan Ketua Umum The Jakmania, sepanjang musim ini perilaku suporter Persija menunjukkan perkembangan positif.

Salah seorang pendiri The Jakmania ini menilai tidak ada insiden besar yang seharusnya memunculkan kekhawatiran berlebihan dari operator liga maupun federasi terhadap penyelenggaraan laga di ibu kota.

Karena itu, keputusan pemindahan venue dianggap menjadi pukulan berat bagi kerja keras yang selama ini dibangun.

Baca Juga:KSP Selidiki Dugaan Jual-Beli Titik SPPG Program MBG, Dudung Abdurachman Siap Turun ke LapanganReformasi Polri 2026: Yusril Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden, Kompolnas Diperkuat

Namun, kekhawatiran aparat keamanan memiliki pertimbangan lain. Situasi pasca peringatan Hari Buruh (May Day) pada 1 Mei menjadi salah satu faktor utama yang membuat kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian untuk laga tersebut di Jakarta.

Selain itu, insiden keamanan yang terjadi di Bandung, termasuk penangkapan ratusan orang dalam kericuhan beberapa waktu lalu, disebut ikut memengaruhi penilaian risiko keamanan.

Ferry memahami adanya pertimbangan tersebut, namun ia menyebut kekhawatiran akan potensi gangguan lanjutan pasca-May Day membuat status keamanan Jakarta dipandang terlalu rawan untuk menggelar pertandingan dengan tensi setinggi Persija vs Persib.

0 Komentar