Batal di Jakarta, Persija Kecewa Laga Kontra Persib Dipindah ke Samarinda, Ini Perasaan Mantan Ketum Jakmania

Persija Kecewa Laga Kontra Persib Dipindah ke Samarinda
Persija Kecewa Laga Kontra Persib Dipindah ke Samarinda, Ini Perasaan Mantan Ketua Umum The Jakmania. Foto: I League
0 Komentar

Sebelum keputusan akhir diambil, Panpel Persija sebenarnya telah menyiapkan sejumlah opsi alternatif di Pulau Jawa.

Surabaya sempat menjadi kandidat kuat karena dinilai memiliki akses transportasi yang ideal, terutama dengan kedekatan lokasi stadion dari Bandara Juanda.

Komunikasi dengan panitia lokal hingga kelompok suporter Bonek Mania pun disebut berjalan positif, dengan kesiapan membantu kelancaran pertandingan.

Baca Juga:Sudah Diputuskan, PERSIJA vs PERSIB Dipindah ke Samarinda, ‘Final’ Penentu Gelar Digelar di Markas Borneo FCPercepat Langkah, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru 

Namun opsi itu akhirnya kandas karena regulasi yang mengatur pertandingan di Pulau Jawa harus digelar tanpa penonton dalam situasi tertentu—sebuah skenario yang dinilai tak ideal untuk pertandingan sebesar ini.

Alternatif berikutnya mengarah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Akan tetapi, agenda pertandingan Bali United melawan Borneo FC yang berdekatan membuat venue tersebut tak bisa digunakan.

Dari situlah muncul opsi Stadion Segiri, markas Borneo FC Samarinda, yang akhirnya dipilih sebagai lokasi pertandingan netral.

Meski solusi venue telah ditemukan, kekecewaan Persija tetap tak terhindarkan.

Selain kerugian finansial akibat hilangnya potensi pemasukan dari pertandingan kandang, klub juga kehilangan kesempatan memberi pengalaman langsung kepada suporter menyaksikan duel klasik di rumah sendiri—momen yang sudah lama dinantikan, terlebih laga kandang melawan Persib memiliki nilai emosional tinggi bagi Jakmania.

Ferry pun berharap operator kompetisi ke depan lebih cermat dalam menyusun kalender pertandingan, khususnya untuk laga berisiko tinggi seperti Persija vs Persib.

Menurutnya, duel sebesar ini sebaiknya tidak ditempatkan pada periode yang beririsan dengan agenda politik, sosial, atau momentum nasional yang berpotensi memengaruhi aspek keamanan.

“Kami kecewa sekali, tetapi memang sepertinya harus dipikirkan ke depannya. Kita harus buat jadwal di mana pertandingan Persija-Persib itu jangan pada bulan-bulan krusial seperti ini,” ujar Ferry seperti dikutip radartasik.id, Rabu 6 Mei 2026.

Baca Juga:KSP Selidiki Dugaan Jual-Beli Titik SPPG Program MBG, Dudung Abdurachman Siap Turun ke LapanganReformasi Polri 2026: Yusril Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden, Kompolnas Diperkuat

Di tengah polemik venue, satu hal tetap tak berubah: besarnya arti pertandingan bagi Persija.

Saat ini Macan Kemayoran berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 65 poin, dan kemenangan atas Persib menjadi harga mati jika ingin menjaga asa juara tetap hidup.

Namun tantangannya kini berlipat. Persija tak hanya harus menaklukkan rival abadinya, tetapi juga melakukannya jauh dari Jakarta—tanpa atmosfer kandang, tanpa gemuruh penuh Jakmania, dan tanpa keuntungan psikologis yang seharusnya menjadi senjata utama mereka.

0 Komentar