Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh proses penerbitan surat keputusan dilakukan melalui tahapan verifikasi, penelitian, dan penelaahan yang ketat sebelum dinyatakan memenuhi syarat administratif.
Karena itu, ia memastikan kabar mengenai adanya surat keputusan yang tidak ditandatangani tanpa alasan jelas merupakan informasi yang tidak sesuai fakta.
Menjelang muktamar, PBNU pun mengajak seluruh jajaran pengurus wilayah dan cabang untuk mulai melakukan konsolidasi internal demi menyambut forum besar tersebut dengan kesiapan penuh, sehingga keputusan-keputusan yang dihasilkan benar-benar membawa dampak positif bagi masa depan organisasi.
Baca Juga:Era Baru Timnas Indonesia di Tangan John Herdman, Misi Akhiri Kutukan Piala AFF 2026Purbaya Yakin Laju Pertumbuhan Bisa 6 Persen pada 2026, Setelah Kini Ekonomi Indonesia Tembus 5,61 Persen
Sementara terkait bursa calon Ketua Umum PBNU, Saifullah Yusuf memilih menyerahkan sepenuhnya kepada dinamika forum muktamar dan keputusan para muktamirin.
Ia kembali menegaskan bahwa dirinya belum memiliki keinginan untuk maju dalam kontestasi pemilihan ketua umum, karena menilai masih banyak figur lain yang dinilai lebih layak untuk memimpin organisasi ke depan.
“Soal calon, nanti kita lihat siapa yang dipilih oleh muktamirin. Saya sudah sering sampaikan, saya tidak mencalonkan diri, lebih banyak yang lain yang lebih pas. Saya merasa belum pantas saja menjadi ketua,” ujar Gus Ipul.
