RADARTASIK.ID – Paris Saint-Germain kembali membuktikan diri sebagai kekuatan terbesar sepak bola Eropa saat ini.
Setelah menyingkirkan Bayern Munich di semifinal, klub asal Paris tersebut kini dijagokan untuk mempertahankan gelar Liga Champions musim ini.
PSG memastikan tiket ke final usai bermain imbang 1-1 di markas Bayern Munich pada leg kedua semifinal.
Baca Juga:PSG Favorit Juara Liga Champions: Bakal Lebih Sukses Dibandingkan City Milik Sheikh MansourJurnalis Italia Bantah Fabregas Terobsesi dengan Permainan Cantik: Como Punya Pertahanan Terbaik di Serie A
Hasil itu sudah cukup bagi tim asuhan Luis Enrique untuk lolos berkat kemenangan agregat 5-4 yang mereka raih pada leg pertama di Parc des Princes.
Gol cepat dari Ousmane Dembélé menjadi kunci ketenangan PSG dalam menghadapi tekanan Bayern di Allianz Arena.
Meski tuan rumah tampil agresif sepanjang pertandingan, PSG mampu bertahan disiplin dan hanya kebobolan satu gol di menit akhir.
Hasil tersebut membawa PSG kembali ke final Liga Champions yang akan berlangsung di Budapest pada 30 Mei mendatang.
Di partai puncak, mereka akan menghadapi Arsenal yang sebelumnya sukses menyingkirkan lawan berat di semifinal.
Mantan gelandang AC Milan, Massimo Ambrosini, menilai PSG pantas menjadi favorit utama untuk menjuarai kompetisi paling elite Eropa tersebut.
Dalam analisisnya di Amazon Prime Video, Ambrosini menegaskan kualitas skuad dan sistem permainan PSG membuat mereka berada sedikit di atas Arsenal.
Baca Juga:2 Juta Fans Real Madrid Minta Mbappe DijualVan Basten Tak Terima Inter Jadi Penguasa Kota Milan
“Favorit tentu PSG. Mereka memiliki kualitas pemain luar biasa dan sistem permainan yang sangat jelas. Final memang selalu terbuka, tetapi saya melihat peluang PSG sedikit di atas 50 persen,” ujar Ambrosini.
Penilaian Ambrosini sejalan dengan performa PSG sepanjang musim ini. Klub ibu kota Prancis itu tampil sangat dominan, terutama di Liga Champions.
Setelah musim lalu menghancurkan Inter Milan dengan skor 5-0 di final, kini mereka berpeluang menciptakan dinasti baru di Eropa dengan meraih dua gelar beruntun.
PSG juga dianggap telah melampaui proyek besar Manchester City milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan.
Jika City membutuhkan waktu panjang untuk mencapai puncak Eropa bersama Pep Guardiola, PSG justru berkembang sangat cepat dalam beberapa musim terakhir.
