RADARTASIK.ID – Situasi Kylian Mbappe di Real Madrid tengah memanas.
Bukan karena performa di lapangan, melainkan gelombang kritik dari sebagian suporter yang mempersoalkan kondisi fisik, absensi, hingga citra publik sang megabintang.
Dalam beberapa jam terakhir, kampanye bertajuk “Mbappé Out” meledak di media sosial.
Baca Juga:Moncer di AS Roma, Donyell Malen Jadi Penyesalan Terbesar AC Milan Musim IniArsenal Lolos ke Final Liga Champions, Sihir Simeone di Atletico Tak Lagi Bertuah
Gerakan ini berisi petisi daring yang menyerukan agar manajemen klub mempertimbangkan menjual sang pemain.
Pesannya jelas dan provokatif: para Madridistas diminta bersuara jika menginginkan perubahan arah klub.
Hasilnya mencengangkan. Dalam waktu singkat, lebih dari dua juta tanda tangan terkumpul.
Angka tersebut terus bertambah, menjadi sinyal kuat bahwa kekecewaan sebagian fans bukan lagi suara kecil yang bisa diabaikan.
Akar masalah bermula dari kondisi fisik Mbappe yang belum sepenuhnya pulih.
Penyerang asal Prancis itu sempat mengalami cedera otot yang membuatnya absen dalam beberapa laga penting, termasuk saat menghadapi RCD Espanyol di Cornellà.
Sebelumnya, ia juga mengalami masalah fisik saat melawan Real Betis.
Cedera tersebut meninggalkan dampak yang tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga memengaruhi suasana di sekitar tim.
Baca Juga:AC Milan Hasilkan Dana Segar Rp1,7 Triliun dari Penjualan Pemain3 Pemain Bergaji Tinggi di AC Milan Terancam Angkat Koper Jika Gagal Lolos ke Liga Champions
Ketidakhadiran Mbappe di momen-momen krusial membuat sebagian fans mempertanyakan komitmennya, apalagi mengingat statusnya sebagai pemain kunci yang diharapkan menjadi pembeda.
Situasi semakin rumit ketika Mbappe diketahui melakukan perjalanan ke Italia selama masa pemulihannya.
Meski langkah tersebut telah disetujui oleh tim medis klub, keputusan itu tetap memicu perdebatan.
Sebagian suporter menilai tindakan tersebut tidak tepat, mengingat tim sedang membutuhkan kehadirannya.
Bahkan, menurut sejumlah laporan, ketidakpuasan juga muncul di dalam ruang ganti, meski tidak secara terbuka.
Upaya meredakan situasi dilakukan oleh pelatih Alvaro Arbeloa. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan Mbappe berada di bawah pengawasan tim medis dan telah melalui perencanaan matang.
“Semua keputusan terkait pemain dilakukan bersama staf medis. Tidak ada langkah yang diambil tanpa pertimbangan,” demikian penegasan dari pihak klub.
Di tengah kontroversi, satu hal yang tidak bisa disangkal adalah kontribusi Mbappe di lapangan. Ia tetap menjadi pemain paling produktif musim ini dengan torehan 41 gol di semua kompetisi.
