Transformasi terbesar PSG terlihat pada era Luis Enrique. Klub yang sebelumnya dikenal terlalu bergantung pada pemain bintang kini berubah menjadi tim kolektif dengan organisasi permainan yang matang.
Ambrosini bahkan melihat kemiripan filosofi Luis Enrique dengan pendekatan taktik milik Gian Piero Gasperini.
Menurutnya, Luis Enrique menerapkan sistem pertahanan agresif berbasis penjagaan individu yang menuntut para pemain terus menempel lawan di seluruh area lapangan.
Baca Juga:PSG Favorit Juara Liga Champions: Bakal Lebih Sukses Dibandingkan City Milik Sheikh MansourJurnalis Italia Bantah Fabregas Terobsesi dengan Permainan Cantik: Como Punya Pertahanan Terbaik di Serie A
Konsep itu disebut memiliki prinsip serupa dengan gaya yang diperkenalkan Gasperini di Italia sekitar satu dekade lalu.
“Luis Enrique meminta penerapan pertahanan yang membuat pemain harus benar-benar menempel lawan. Filosofi seperti ini di Italia mulai diperkenalkan Gasperini sekitar 10 tahun lalu, meski dengan pendekatan berbeda. Sekarang Luis Enrique melakukannya dengan cara baru,” jelas Ambrosini.
Pujian tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh Luis Enrique terhadap perkembangan PSG saat ini.
Mantan pelatih FC Barcelona itu tidak hanya membangun tim menyerang yang atraktif, tetapi juga menciptakan keseimbangan permainan yang membuat PSG jauh lebih solid dibanding era sebelumnya.
Kini, PSG tinggal selangkah lagi menuju sejarah baru. Jika berhasil mengalahkan Arsenal di Budapest, mereka bukan hanya mempertahankan trofi Liga Champions, tetapi juga mempertegas status sebagai penguasa baru sepak bola Eropa.
Dengan materi pemain berkualitas, mental juara, serta tangan dingin Luis Enrique di pinggir lapangan, PSG tampaknya memang sedang memasuki era emas mereka.
