TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Program Car Free Day (CFD) khusus aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Tasikmalaya setiap Rabu terus berjalan.
Kebijakan yang mendorong pegawai berangkat kerja tanpa kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) fosil itu menjadi bagian dari upaya penghematan energi sesuai arahan pemerintah pusat.
Pada Rabu (6/5/2026), suasana berbeda terlihat di jalanan. Mayoritas ASN memilih sepeda, kendaraan listrik, hingga berjalan kaki atau berlari menuju kantor.
Baca Juga:Waspadai El Nino, Tasikmalaya Terancam Krisis PanganViman Ingatkan Peran Lurah, Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Namun, di tengah kampanye hemat energi itu, muncul pemandangan tak biasa: seorang ASN datang bekerja dengan menunggang kuda.
Mohammada Arif Syamsani (37), ASN di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya, mengaku berkuda menjadi alternatif transportasi sekaligus olahraga.
Ia berangkat dari kawasan Cieunteung, Kecamatan Cihideung, menuju kantornya di Jalan Djuanda, Kecamatan Bungursari.
“Berkuda tiap Rabu, ya sekalian olahraga. Intinya mah hemat energi,” ujarnya.
Arif yang akrab disapa Cele menyebut, penggunaan kuda dinilai sejalan dengan semangat CFD yang mendorong pengurangan konsumsi BBM.
Selain itu, ayah satu anak ini memanfaatkan kedekatan lokasi kandang dengan rute menuju kantor.
“Perjalanan santai paling sekitar 15 menit. Sambil menikmati, tidak ngebut,” katanya.
Baca Juga:Biaya Haji Plus di Kota Tasikmalaya Rp 250 Jutaan, Antrean Lebih SingkatRekonstruksi Lahan Lapangan Olahraga di Kota Tasikmalaya Sempat Memanas, Dugaan Maladministrasi Menguat
Ia menambahkan, pilihan berkuda juga karena tidak memiliki sepeda, sementara kuda yang digunakan merupakan pinjaman dari rekannya.
Kecintaannya terhadap kuda pun sudah ada sejak lama. Fenomena ini menjadi warna tersendiri di tengah pelaksanaan CFD ASN.
Di saat sebagian pegawai beralih ke teknologi ramah lingkungan, Arif justru mengingatkan bahwa solusi tradisional pun masih relevan—bahkan nyaris tanpa emisi, meski menyisakan persoalan klasik: parkir.
“Kalau parkir mah bingung. Paling dibalikin lagi ke kandang,” ucapnya sambil tersenyum.
Program CFD ASN ini diharapkan mampu menekan penggunaan BBM sekaligus membangun budaya hidup sehat di kalangan pegawai.
Di sisi lain, aksi berkuda tersebut menjadi sindiran halus—bahwa transisi energi tak melulu soal listrik, tapi juga soal kreativitas, bahkan jika harus kembali ke cara lama yang lebih ‘hidup’. (rezza rizaldi)
