RADARTASIK.ID – Legenda kiper Inter Milan, Walter Zenga, memberikan pujian tinggi kepada Cristian Chivu setelah sukses mengantarkan Nerazzurri meraih Scudetto ke-21.
Gelar tersebut dipastikan usai kemenangan 2-0 atas Parma Calcio, sekaligus menegaskan dominasi Inter di Serie A musim ini.
Berbicara kepada Sky Sport Italia, Zenga menilai keberhasilan Inter bukanlah kebetulan. Ia menegaskan bahwa gelar tersebut sepenuhnya pantas diraih.
Baca Juga:Raih Dana Segar Rp1,7 Triliun Usai Lolos ke Liga Champions, Manchester United Bidik Leao dan Donyel MallenWarisan Inzaghi, Senjata Rahasia Chivu Bawa Inter Milan Raih Scudetto ke-21
“Jika kita melihat posisi klasemen dengan tiga pertandingan tersisa, jika kita mengatakan bahwa ini sudah terlihat sejak lama, jika kita melihat selisih poin yang konsisten dengan para pesaing, maka kita hanya bisa menyimpulkan bahwa ini adalah Scudetto yang sangat layak,” ujar Zenga.
Lebih menarik lagi, Zenga menggambarkan karakter kepelatihan Chivu dengan perbandingan unik. Menurutnya, pelatih asal Rumania itu adalah kombinasi dari tiga pelatih besar Italia.
“Dia adalah perpaduan antara Jose Mourinho, Claudio Ranieri, dan Luciano Spalletti,” sanjungnya.
“Mourinho dalam hal menyatukan tim dan merayakan kemenangan bersama pemain, Ranieri dalam komunikasi eksternal, dan Spalletti dalam pemahaman situasi permainan,” jelasnya.
Sementara itu, Chivu sendiri merespons keberhasilan ini dengan penuh kerendahan hati dan menekankan kesuksesan Inter adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen klub—mulai dari pemain, manajemen, hingga para suporter.
“Saya memikirkan para pemain, klub, dan para penggemar. Mereka pantas mendapatkannya. Kami menghadapi banyak kesulitan, tetapi mampu bangkit dan pada akhirnya meraih mimpi kami,” kata Chivu.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga menyinggung perjalanan kariernya yang tidak mudah sebelum dipercaya menangani tim utama Inter.
Baca Juga:Inter Milan Raih Scudetto: Chivu Diberi Nilai 10, Calhanoglu, Dimarco dan Lautaro 910 Laga Kunci Scudetto Inter Milan: Kekalahan 3-1 dari Napoli Jadi Ajang Kebangkitan
Ia mengaku tidak pernah terlalu memikirkan kritik atau keraguan yang muncul saat awal penunjukannya.
“Saya tidak ingin membuang energi untuk apa yang dikatakan orang tentang saya. Saya tahu apa yang harus saya lakukan, saya tahu di mana saya berada dan apa yang bisa saya berikan,” tegasnya.
“Saya hanya mencoba melakukan yang terbaik, berdasarkan pengalaman saya sebagai pemain, enam tahun di tim muda, dan tiga bulan di Parma,” ujarnya.
