Chivu menambahkan bahwa melatih Inter memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola ruang ganti yang dipenuhi pemain berpengalaman dan bermental juara.
“Di ruang ganti seperti Inter, semuanya berbeda. Anda harus tahu kapan memotivasi dan bagaimana bertindak. Saya beruntung memiliki kelompok pemain luar biasa yang sudah bekerja dengan baik selama bertahun-tahun dan pernah dilatih oleh pelatih hebat. Mereka juga bagian dari fondasi kesuksesan ini,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa musim kompetisi adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi tinggi.
Baca Juga:Raih Dana Segar Rp1,7 Triliun Usai Lolos ke Liga Champions, Manchester United Bidik Leao dan Donyel MallenWarisan Inzaghi, Senjata Rahasia Chivu Bawa Inter Milan Raih Scudetto ke-21
“Sembilan bulan adalah maraton. Anda harus mengumpulkan lebih banyak poin dari yang lain dan menjaga konsistensi agar tetap bisa bermimpi,” tegasnya.
Sebagai sosok yang telah menghabiskan hampir dua dekade di Inter, baik sebagai pemain maupun pelatih, keberhasilan ini memiliki makna emosional tersendiri bagi Chivu.
“Saya sudah 19 tahun di klub ini. Itu sudah menjawab segalanya. Ini berarti segalanya bagi saya. Anak-anak saya lahir di Milan, saya tinggal di sini hampir 20 tahun. Saya bahagia bisa menang sebagai pemain dan sekarang sebagai pelatih,” tutupnya.
Keberhasilan ini tidak hanya menegaskan kualitas Chivu sebagai pelatih muda, tetapi juga membuka peluang bagi Inter untuk melanjutkan era kejayaan mereka, dengan fondasi yang kuat baik secara teknis maupun mental.
