Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Strategi Presiden Prabowo Jaga Produksi Pangan di Tengah Krisis Global

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen
Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Strategi Presiden Prabowo Jaga Produksi Pangan di Tengah Krisis Global. Foto: Istimewa/Disway
0 Komentar

Tak hanya menyentuh aspek harga, pemerintah juga membenahi persoalan distribusi yang selama ini menjadi keluhan klasik petani.

Melalui Instruksi Presiden, sebanyak 145 regulasi terkait pupuk dipangkas guna mempercepat rantai distribusi dari Kementerian Pertanian, ke PT Pupuk Indonesia, hingga langsung ke tangan petani.

Akses pupuk pun diperluas melalui integrasi berbasis KTP serta penguatan jaringan kios sampai ke tingkat desa.

Baca Juga:Lokasi Nobar Persib vs PSIM Digelar di Bandung, Solusi Seru untuk Bobotoh yang Kehabisan TiketPersib vs PSIM: Tribun VIP Barat Selatan GBLA Ditutup Sementara, Keselamatan Bobotoh Jadi Prioritas

Dengan skema ini, pemerintah menargetkan seluruh kecamatan sentra pangan dapat terlayani secara optimal sebelum musim tanam gadu 2026, memastikan pupuk tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan lebih mudah dijangkau.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat ketahanan stok dengan melakukan diversifikasi pasokan sejak 2025.

Strategi ini mengurangi ketergantungan pada satu jalur impor, sehingga dampak penutupan Selat Hormuz maupun pembatasan ekspor dari China dapat ditekan.

Hasilnya, pasokan pupuk nasional untuk musim tanam 2026 dinilai tetap aman.

Keberpihakan pemerintah terhadap petani juga diperkuat dari sektor hilir.

Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, yang menjadi jaring pengaman agar petani tetap memperoleh margin keuntungan setelah panen, meski pasar global sedang bergejolak.

Dengan pendekatan yang menyentuh hulu hingga hilir—menekan biaya produksi, memperbaiki distribusi pupuk, menjaga pasokan, sekaligus menjamin harga gabah—pemerintah membangun fondasi pertanian yang lebih tahan terhadap guncangan eksternal.

Amran juga menegaskan bahwa posisi ketahanan pangan Indonesia saat ini berada dalam kondisi kuat.

Ia mengungkapkan cadangan beras pemerintah telah menembus 5 juta ton, level tertinggi sepanjang sejarah nasional.

Baca Juga:Persib Vs PSIM: Maung Bandung Waspadai Tembok Kokoh Laskar Mataram dalam Laga Penentu Gelar Super LeagueMoto3 Spanyol 2026: Veda Ega Pratama Melesat, Hakim Danish Tertahan, Rider Indonesia Pimpin Klasemen Rookie

Angka tersebut menjadi bantalan strategis untuk menghadapi berbagai skenario tekanan, mulai dari ancaman iklim seperti El Niño hingga gangguan rantai pasok global.

Capaian itu, menurutnya, lahir dari konsistensi kebijakan produksi seperti program pompanisasi, perluasan areal tanam, dan penguatan penyerapan gabah oleh Perum Bulog.

Amran menilai kondisi tersebut menunjukkan ketepatan visi pemerintah dalam membaca tantangan global sekaligus keberanian mengambil keputusan strategis demi melindungi petani nasional.

Di tengah dunia yang dibayangi ancaman krisis pupuk dan ketidakpastian pangan, Indonesia memilih membangun daya tahan.

0 Komentar