RADARTASIK.ID— Balapan Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez menghadirkan kisah yang kontras bagi dua rising star Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish Ramli.
Satu tampil melesat melampaui ekspektasi, sementara satu lagi harus bertarung keras melawan keterbatasan ritme balap.
Di lintasan yang terkenal teknikal dan menuntut presisi tinggi itu, Veda kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini, sedangkan Hakim Danish harus puas membawa pulang poin dalam balapan yang jauh dari ideal.
Hakim sebenarnya memulai akhir pekan dengan optimisme tinggi.
Baca Juga:Veda Ega Pratama Dijuluki “Travis Pastrana Moto3”, Gaya Balapnya Nekat, Agresif dan Berani Mengambil RisikoGus Ipul: Sekolah Rakyat Pelaksanaan Amanat Konstitusi untuk Memelihara Pakir Miskin dan Anak-Anak Terlantar
Pembalap muda Malaysia itu start dari posisi ke-10 dan sempat memperlihatkan potensi besar ketika berhasil merangsek ke posisi kedelapan pada lap-lap awal.
Momentum tersebut sempat membuka harapan bahwa ia mampu bertahan di rombongan depan.
Namun, dinamika balapan kemudian berubah.
Hakim mengalami kendala saat memasuki sektor tikungan cepat—bagian krusial yang menentukan ritme di Jerez.
Dalam evaluasinya selepas lomba, ia mengakui masih memiliki pekerjaan rumah besar di area tersebut.
Menurutnya, kelemahan pada tikungan berkecepatan tinggi membuatnya kehilangan banyak waktu dan menjadi faktor utama yang harus segera dibenahi untuk balapan berikutnya.
Masalah itu membuat kecepatannya perlahan menurun.
Saat intensitas balapan meningkat, Hakim mulai kehilangan posisi. Pada lap ketiga, ia disalip Veda Ega Pratama, yang tampil agresif bersama Honda Team Asia.
Setelah itu, tekanan dari rider lain membuat posisinya kembali melorot hingga sempat terlempar ke urutan ke-14.
Baca Juga:Update Haji 2026: Tiga Jemaah Haji Indonesia Dievakuasi ke Makkah dengan AmbulansPerpres Perlindungan Ojol Terbit, Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen, Pendapatan Pengemudi Jadi 92 Persen
Meski mampu memperbaiki posisi di fase akhir lomba, pembalap berusia 18 tahun tersebut akhirnya finis di peringkat ke-13—hasil yang tetap memberinya poin, tetapi menyisakan catatan evaluasi penting.
Hakim menilai dirinya sempat berada dalam grup kompetitif, namun tingginya pace balapan membuatnya kesulitan mempertahankan momentum.
Ia merasa sudah berusaha mengejar semaksimal mungkin, meski akhirnya harus menerima hasil di luar target awal.
Veda Ega Bangkit dari Barisan Belakang, Tembus Enam Besar
Jika Hakim harus berjuang menjaga posisi, Veda Ega Pratama justru menghadirkan cerita berbeda—lebih agresif, lebih matang, dan jauh lebih tajam.
