Matteo menilai gaya balap seperti itu menjadi pembeda utama Veda di tengah ketatnya kompetisi.
Menurutnya, agresivitas Veda memberi warna tersendiri sekaligus membuatnya lebih mudah diperhitungkan lawan.
Namun, di balik kekaguman, ada pula catatan penting.
Salah satu sosok di lingkungan Honda Team Asia menyebut julukan “Travis Pastrana Moto3” juga membawa makna lain: keberanian yang berada di garis tipis antara sukses besar dan kecelakaan fatal.
Dalam dunia balap, agresivitas memang bisa melahirkan keajaiban.
Baca Juga:Gus Ipul: Sekolah Rakyat Pelaksanaan Amanat Konstitusi untuk Memelihara Pakir Miskin dan Anak-Anak TerlantarUpdate Haji 2026: Tiga Jemaah Haji Indonesia Dievakuasi ke Makkah dengan Ambulans
Tetapi tanpa kontrol emosi, kalkulasi, dan manajemen risiko yang tepat, gaya seperti ini juga bisa berujung crash.
Karena itu, berkembang pandangan di paddock bahwa Veda perlu menemukan titik keseimbangan antara keberanian dan konsistensi.
Sebab di level tertinggi, kecepatan saja tak pernah cukup.
Pembalap juga dituntut mampu menyelesaikan balapan, mengoleksi poin secara stabil, dan meminimalkan kesalahan yang merugikan klasemen.
Matteo menilai banyak legenda balap dunia memulai karier dengan karakter agresif sebelum akhirnya belajar kapan harus menyerang dan kapan harus menahan diri.
Jika Veda mampu melewati fase evolusi itu, potensinya diyakini bisa melonjak jauh lebih tinggi.
Dan modal ke arah sana sudah mulai terlihat.
Memasuki musim Moto3 2026, performa Veda menunjukkan perkembangan signifikan.
Dari empat seri awal, ia telah mengoleksi 37 poin dan bertengger di posisi keenam klasemen sementara.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa talenta muda Indonesia ini bukan sekadar pelengkap grid.
Baca Juga:Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen, Pendapatan Pengemudi Jadi 92 PersenEra Baru, MotoGP 2027 Resmi Ubah Aturan, Wildcard Dihapus hingga Teknologi Pemantau Pembalap Diperluas
Kini, tantangan besar menanti pada rangkaian balapan Eropa sepanjang Mei 2026—fase yang bisa menjadi titik balik musimnya.
Setelah seri Spanyol, Veda dijadwalkan tampil dalam tiga balapan beruntun: GP Prancis di Le Mans (10 Mei), GP Catalunya di Barcelona (17 Mei), dan GP Italia di Mugello (31 Mei).
Kabar baiknya, tiga trek itu bukan wilayah asing bagi Veda.
Ia sudah cukup akrab dengan karakter sirkuit tersebut dari pengalaman di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP World Championship.
Khusus Mugello, memorinya bahkan sangat manis.
Pada MotoGP Rookies Cup 2025, Veda tampil sensasional dengan menyapu bersih dua kemenangan, sebuah catatan yang menunjukkan betapa cocoknya ia dengan layout cepat dan teknikal milik sirkuit legendaris Italia itu.
