Dengan adaptasi yang semakin cepat, keberanian yang menjadi identitas, serta grafik performa yang terus menanjak, peluang Veda untuk menembus lima besar klasemen Moto3 terbuka lebar.
Bahkan, jika mampu menjaga konsistensi tanpa kehilangan karakter menyerangnya, podium bukan lagi mimpi yang terlalu jauh.
Moto3 kini mulai mengenal satu nama baru dari Indonesia—seorang pembalap muda yang melaju tanpa takut, menyerang tanpa ragu, dan perlahan membangun reputasi sebagai “Travis Pastrana” versi balap Grand Prix.
