Upah di Kota Banjar Masih Rendah, Minta Pemerintah dan Pengusaha Diminta Perhatikan Pekerja

upah di banjar
Sejumlah buruh saat melakukan unjuk rasa di Pendopo Kota Banjar. (Anto sugiarto/radartasik.id)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Pemerhati Sosial dan Pemerintahan Irwan Herwanto menegaskan kemajuan infrastruktur dan denyut ekonomi Kota Banjar tidak bisa dilepaskan dari keringat para buruh.

Dia meminya pengakuan terhadap kontribusi buruh harus diwujudkan dalam bentuk kesejahteraan yang nyata bukan sekadar omongan belaka.

“Slogan kota ini dibangun oleh buruh, bukan sekadar hiasan poster. Ini adalah fakta sejarah dan ekonomi. Tanpa tangan dingin para pekerja, tidak akan ada gedung, jalan, maupun layanan publik yang kita nikmati hari ini,” ucapnya, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga:Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker BaruGandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas Ekonomi

Dikatakan Irwan, sudah saatnya buruh sejahtera, bukan lagi sekadar tuntutan. Melainkan komitmen yang wajib dieksekusi pemerintah dan pengusaha.

Dia memandang May Day sebagai ‘Bulan Perlawanan’ terhadap ketidakadilan sistemik. Kesejahteraan buruh adalah indikator utama keberhasilan pembangunan sebuah daerah.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam momentum May Day 2026 di Kota Banjar yakni maraknya pekerja kontrak, outsourching dan pemborongan.

“Kemudian upah yang layak, dimana hingga saat ini Kota Banjar masih menyandang predikat daerah dengan upah terendah di Jawa Barat sejak tahun 2019,” pungkasnya.

Selain itu berkaitan dengan perlindungan kerja, dimana jaminan kesehatan dan keselamatan kerja yang tidak bisa ditawar-tawar oleh perusahaan.

Pihaknya meminta Pemkot Banjar untuk menjadi mediator yang adil antara kepentingan korporasi dan hak-hak dasar pekerja (buruh).

Dia juga mengajak elemen pemuda untuk peduli terhadap isu perburuhan. Irwan menilai masa depan pemuda adalah masa depan dunia kerja.

Baca Juga:Ratusan Kepala Madrasah Ikuti Pembinaan di MAN 1 TasikmalayaTanggung Jawab Moral di Balik Lahirnya Seorang Pemimpin!

“Kita tidak bisa memisahkan gerakan pemuda dengan gerakan buruh. Jika iklim ketenagakerjaan di Kota Banjar sehat dan mensejahterakan. Maka generasi muda kita pun, akan memiliki masa depan yang cerah di tanah kelahirannya sendiri,” jelasnya.

Peringatan May Day diharapkan menjadi titik balik bagi kebijakan publik di Kota Banjar yang lebih berpihak pada kerakyatan salah satunya kesejahteraan.

Sebelumnya, sejumlah massa dari gabungan buruh menggelar aksi di halaman Pendopo Kota Banjar, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan itu bagian dari memeringati Hari Buruh Internasional atau May Day.

Massa dari gabungan aliansi buruh tersebut melakukan aksi dengan menyampaikan sejumlah tuntutan.

0 Komentar