Menuju Pertanian Modern, Kabupaten Ciamis Uji Coba Penggunaan Drone Spraying

drone pertanian
Pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis saat uji coba menerbangkan drone spraying di area parkir kantor, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID — Upaya menjadikan Kabupaten Ciamis sebagai kawasan pertanian terus diarahkan pada penerapan teknologi modern guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM), luas lahan, serta tuntutan hasil panen yang optimal, metode konvensional dinilai tidak lagi cukup diandalkan.

Seiring perkembangan teknologi, berbagai inovasi alat pertanian seperti drone, traktor otomatis, hingga sistem Internet of Things (IoT) mulai diperkenalkan untuk mendukung aktivitas di lapangan. Kondisi ini mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis untuk mulai mengadopsi konsep pertanian modern.

Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama

Salah satu langkah yang dilakukan adalah uji coba penggunaan teknologi drone spraying. “Kita pernah uji coba mengoperasikan drone spraying, dalam upaya melangkah ke pertanian modern,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis adalah Dadan Hardianto kepada Radar, Jumat (1/5/2026).

Penggunaan drone tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, khususnya dalam penyemprotan pupuk cair dan pestisida di lahan pertanian.“Drone ini mampu menyemprotkan cairan secara merata dengan cepat, baik pestisida cair dan dapat digunakan untuk aplikasi pupuk cair,” ujarnya.

Dengan teknologi ini, petani tidak perlu lagi menyusuri lahan secara manual atau menggunakan alat semprot konvensional. Selain mempercepat proses kerja, penggunaan drone juga memungkinkan pengaturan dosis yang lebih terkontrol serta mengurangi risiko paparan bahan kimia.

“Penggunaan drone juga bisa mengurangi risiko kesehatan petani dari paparan bahan kimia langsung,” katanya.

Namun demikian, penerapan teknologi drone spraying di Ciamis masih terbatas. Saat ini, DPKP baru memiliki satu unit drone yang digunakan untuk tahap uji coba.

“Dronenya baru 1 unit, sehingga saat hanya penanaman percobaan saja,” ujarnya, menjelaskan.

Keterbatasan juga terjadi pada sumber daya operator. Pengoperasian drone membutuhkan sertifikasi khusus, sementara jumlah tenaga yang memiliki kualifikasi tersebut masih sangat terbatas.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

“Kebetulan operatornya harus lulus sertifikasi dan di Kabupaten Ciamis baru 1 yang bersertifikat,” katanya. (riz)

0 Komentar