Miris! Dua Siswa SMP Berkelahi di Padakembang Tasikmalaya, Direkam dan Disemangati Teman

perkelahian siswi SMP Tasikmalaya viral
Pihak kepolisian dan KPAID Kabupaten Tasikmalaya saat sosialisasi terkiat kenakalan siswa, usai bereder pristiwa duel siswa. (Ujang Nandar/radartasik.id)
0 Komentar

TASIK, RADSIK – Sebuah video yang memperlihatkan perkelahian dua siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tasikmalaya viral di media sosial dan menuai keprihatinan publik.

Video tersebut mulai ramai beredar pada Rabu (29/4/2026) dan telah ditonton ribuan kali oleh warganet.

Dalam rekaman itu, terlihat dua pelajar perempuan saling adu pukul dan saling menjepit hingga akhirnya terjatuh ke tanah.

Baca Juga:Ratusan Kepala Madrasah Ikuti Pembinaan di MAN 1 TasikmalayaTanggung Jawab Moral di Balik Lahirnya Seorang Pemimpin!

Ironisnya, aksi tersebut tidak dilerai. Sebaliknya, justru ditonton ramai-ramai dan disemangati oleh sejumlah teman mereka yang berada di lokasi.

Bahkan, beberapa di antaranya terdengar melontarkan kata-kata kasar sambil merekam kejadian menggunakan telepon genggam.

Salah satu siswa yang terlibat terdengar mengerang kesakitan saat perkelahian berlangsung. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan teman-temannya untuk terus merekam dan memberikan sorakan.

Sejumlah warganet pun turut mengomentari video tersebut. Salah satunya akun bernama @Angxxxx yang menilai fenomena seperti ini sebenarnya sudah lama terjadi, namun kini lebih terekspos karena perkembangan teknologi.

“Dulu kejadian seperti ini mungkin ada di banyak sekolah, tapi sekarang apa pun bisa direkam dan akhirnya terbuka ke publik, termasuk hal-hal yang seharusnya tidak terjadi,” tulisnya.

Adapun komentar lainnya terbelah. Ada sebagian warganet yang mewajarkan perkelahian tersebut. Alasannya, perkelahian itu dinilai gentleman, satu lawan satu. Tidak keroyokan. Tidak bawa senjata tajam. “lumrah, drpada bawa sajam antar sekolah kek di jabodetabek, mending gini gentleman,” tulis akun @birxxx.

Demikian juga diungkap akun @gegxxx yang menilai perkelahian tangan kosong itu masih bisa dianggap wajar.

Baca Juga:Muscab PPP Kota Tasikmalaya yang Mengubah Tradisi, dari Aklamasi ke Argumentasi!Sekjen SPP Agustiana Tanggapi Dugaan Penganiayaan Tokoh Agama Desa Cayur Cikatomas, Begini Katanya

“Duel tangan kosong, mendingan kiyeu, daripada keroyokan atau tawuran mental patungan mah,” tulisnya.

Sementara warganet lainnya mengecam kejadian tersebut.

“Samaruk kasep kikituan teh jang, jutas jotos kitu ya allah.. pa dedi tingali pa dedi,” tulis akun @Naxxxx

“parah ..itu mwndukung podaran … berarti mendukung membunuh @dedimulyadi71 segini adm rendah nya… penjara yang jadi wasit yang berkelahi juga tuman… biar ada jera… yang nonton jga sama hukum sosial kena kartu merah semua… biar ada catatatan membiarkan dan mendukung kriminal… @humaspoldajabar @tasiksociety @tasikasik.id ..sangat rendah akhlak dan bukan manusia ini. kalo di pergulatan olah raga resmi tdk apa apa…didukung. salurkan mereka dan suruh bayar sekolah mampu tidak seperti itu… makan masih minta ke ortu… kalo salah satu mati juga meresahkan dan merepotkan orang lain… SANGSI TEGAS WAJIB..,” tulis akun @muxxx.

0 Komentar