Miris! Dua Siswa SMP Berkelahi di Padakembang Tasikmalaya, Direkam dan Disemangati Teman

perkelahian siswi SMP Tasikmalaya viral
Pihak kepolisian dan KPAID Kabupaten Tasikmalaya saat sosialisasi terkiat kenakalan siswa, usai bereder pristiwa duel siswa. (Ujang Nandar/radartasik.id)
0 Komentar

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Radar, peristiwa tersebut terjadi di salah satu SMP di wilayah Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya

Kapolsek Leuwisari, Iptu Pramono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa perkelahian terjadi pada Selasa (28/4/2026) di area belakang sekolah.

“Benar, kejadian dalam video itu terjadi di belakang sekolah pada hari Selasa,” ujar Purnomo.

Baca Juga:Ratusan Kepala Madrasah Ikuti Pembinaan di MAN 1 TasikmalayaTanggung Jawab Moral di Balik Lahirnya Seorang Pemimpin!

Ia mengungkapkan, kedua siswi yang terlibat masih duduk di bangku kelas VII. Perselisihan awalnya terjadi saat keduanya terlibat dalam pertandingan sepak bola di lingkungan sekolah.

Meski sempat diselesaikan secara damai, situasi kembali memanas setelah adanya provokasi dari siswa lain, khususnya kakak kelas.

“Awalnya hanya konflik saat bermain bola antar siswa kelas tujuh. Mereka sebenarnya sudah berdamai, namun kemudian diprovokasi oleh siswa kelas delapan hingga akhirnya kembali tersulut emosi dan terjadi perkelahian,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, salah satu siswi mengalami luka lebam di tubuhnya dan dilaporkan tidak masuk sekolah pada keesokan harinya. Pihak kepolisian masih mendalami kondisi korban serta peran pihak-pihak lain yang terlibat.

Menindaklanjuti insiden ini, Polsek Leuwisari segera berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya, Bhabinkamtibmas, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Tasikmalaya.

Petugas juga telah mendatangi sekolah untuk melakukan penanganan awal dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak.

Komisioner KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Nurjaeni, mengatakan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah pembinaan. Seluruh pihak terkait, mulai dari siswa yang terlibat, orang tua, kepala sekolah, hingga bagian kesiswaan, telah dipanggil dan dikumpulkan pada Rabu pagi.

Baca Juga:Muscab PPP Kota Tasikmalaya yang Mengubah Tradisi, dari Aklamasi ke Argumentasi!Sekjen SPP Agustiana Tanggapi Dugaan Penganiayaan Tokoh Agama Desa Cayur Cikatomas, Begini Katanya

“Kami fokus pada pembinaan terlebih dahulu agar kejadian serupa tidak terulang. Semua pihak sudah kami kumpulkan untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Asep menegaskan bahwa tindakan kekerasan di lingkungan sekolah tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar, apalagi sampai direkam dan disebarluaskan. Ia menekankan pentingnya peran bersama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan dalam mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.

“Kekerasan di sekolah tidak boleh dinormalisasi. Ini harus menjadi perhatian bersama agar lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Ujang Nandar)

0 Komentar