TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Upaya memutus mata rantai peredaran narkoba di Kota Tasikmalaya mulai diarahkan ke basis pembinaan generasi muda.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka untuk memperkuat deteksi dini hingga ke akar rumput.
Kepala BNN Kota Tasikmalaya, Agus Sutanto, mengatakan kunjungan pihaknya ke Kwarcab bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah awal membangun sinergitas lintas sektor.
Baca Juga:Keluhan Layanan RS Swasta Mencuat, DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Dugaan Calo dan Respons LambatAncaman Penutupan Prodi Kependidikan, kata Ketua PGM: Kebijakan yang Tergesa
“Tujuan utamanya kita ingin bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk kepramukaan. Di sini kita ingin menghidupkan kembali Saka sebagai wadah deteksi dini,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan, ke depan BNN akan masuk ke lingkungan Pramuka, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, dengan membawa paket lengkap: edukasi, pencegahan, rehabilitasi hingga pemberantasan.
Bahkan, tes urin juga disiapkan sebagai langkah konkret agar anggota Saka memahami risiko nyata penyalahgunaan narkoba.
“Ini demi kemaslahatan bersama. Kita dorong semua pihak paham bagaimana mendeteksi sejak dini,” katanya.
Agus mengakui, tren penyalahgunaan narkoba di Tasikmalaya relatif landai.
Namun, kondisi itu tak boleh membuat lengah. Sebab, karakter narkotika yang adiktif kerap menjadi jebakan senyap yang merusak masa depan.
“Sekali terjerumus, dampaknya bisa seumur hidup. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda menjadi kelompok paling rentan.
Karena itu, keterlibatan organisasi seperti Pramuka dinilai strategis untuk membentengi kalangan pelajar dari incaran sindikat.
Baca Juga:Tiga Titik Parkir Diswastakan, Dishub Kota Tasikmalaya Kejar PAD dan Tutup KebocoranPenataan Kabel Semrawut di Kota Tasikmalaya Dimulai, Pemkot Gandeng Apjatel Tanpa APBD
“Kami mengimbau masyarakat, jika ada indikasi mencurigakan di lingkungan keluarga, tempat tinggal, atau kerja, segera laporkan. Perang melawan narkoba tidak bisa sendiri,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, menyambut positif langkah BNN tersebut.
Ia menilai kolaborasi ini menjadi momentum penting memperkuat peran Pramuka dalam pencegahan narkoba.
“Kami menyambut baik. Ini langkah awal membangun sinergi yang lebih konkret,” tuturnya.
Yusuf menegaskan kesiapan pihaknya dalam pembentukan Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba.
Menurutnya, jaringan Pramuka yang menjangkau pelajar hingga pelosok menjadi kekuatan tersendiri dalam menyebarkan edukasi.
