Talenta Muda Unjuk Gigi, Liga Jabar Istimewa Digelar di Tasikmalaya: Cetak Calon Bintang Nasional

Liga Jabar Istimewa
Liga Jabar Istimewa diikuti puluhan tim guna mencari talenta muda yang berprestasi. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pembinaan sepak bola usia dini di Jawa Barat terus diperkuat melalui Liga Jabar Istimewa yang digelar PSSI Jawa Barat. Kompetisi ini berlangsung di Lapang Cimerah, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, sebagai bagian dari pelaksanaan serentak di 27 kabupaten/kota.

Ketua panitia penyelenggara, Adis Ismanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan di Tasikmalaya mempertandingkan dua kategori usia, yakni 10 tahun dan 12 tahun.

“Untuk kelompok usia 10 tahun, kompetisi diikuti oleh 20 tim, sedangkan kelompok usia 12 tahun diikuti oleh 30 tim,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga:Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang UlamaTingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pelatihan

Untuk kategori usia 10 tahun, pertandingan menggunakan sistem grup pada babak penyisihan, dilanjutkan ke putaran kedua hingga menyisakan empat tim terbaik yang melaju ke semifinal. Sementara kategori usia 12 tahun menerapkan sistem grup di penyisihan dan sistem gugur di putaran kedua.

Adis menegaskan, penyelenggaraan kompetisi dirancang efektif dengan target penyelesaian singkat. Kategori usia 10 tahun digelar pada 25–26 April 2026, sedangkan usia 12 tahun dijadwalkan pada 2–3 Mei 2026. Seluruh rangkaian pertandingan ditargetkan rampung dalam dua hari untuk masing-masing kategori.

Usai pembukaan di Tasikmalaya, panitia bersama perwakilan PSSI Jawa Barat melanjutkan agenda ke Cirebon untuk membuka kegiatan serupa.

“Hal ini menunjukkan bahwa Liga Jabar Istimewa merupakan program terintegrasi yang dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah di Jawa Barat,” kata Adis.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI Jawa Barat, Muhammad Jaelani Saputra atau Bang Jae, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan kompetisi ini.

“Dukungan dari berbagai pihak menjadi indikator positif bagi perkembangan sepak bola usia dini di daerah,” ucapnya.

Ia menilai keterlibatan pembina, pelatih, dan orang tua memberikan dorongan besar bagi pemain muda untuk tampil maksimal. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan pertumbuhan gairah sepak bola di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:Serap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan DesaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh Waktu

Bang Jae menjelaskan, Liga Jabar Istimewa merupakan bagian dari sistem pembinaan berjenjang yang mencakup kelompok usia 10, 12, 14 hingga 19 tahun.

“Ini angka yang sangat besar dan menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki daerah,” bebernya.

Hingga saat ini, jumlah peserta tercatat lebih dari 113.400 pemain yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

0 Komentar