33 Prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya Butuh Tindak Lanjut Medis: Hasil Cek Kesehatan

hasil cek kesehatan prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya
Prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya saat melakukan cek kesehatan, Selasa (28/4/2026). pendim 0612 tasikmalaya for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kegiatan pemeriksaan kesehatan di lingkungan Kodim 0612/Tasikmalaya pada Selasa (28/4/2026), tak berhenti sebagai agenda rutin.

Di balik tensimeter dan alat cek gula darah, tersimpan pesan yang lebih dalam: tubuh prajurit juga “berbicara”, dan tak semua laporan bisa diabaikan.

Hari kedua sekaligus penutup kegiatan yang digelar di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya itu diikuti ratusan personel, mulai dari unsur militer hingga PNS.

Baca Juga:Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Tersandera Lahan, Pemkot Tunggu Dokumen FinalInsiden Bekasi Timur Ganggu Kereta Api Parahyangan, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

Sejak pukul 08.00 WIB, aula berubah menjadi ruang evaluasi fisik—tempat kondisi tubuh dibaca, bukan sekadar diperiksa.

Tim kesehatan gabungan dari Rumkitban Galunggung, Puskesmas Tawang/Kahuripan, serta RS Jasa Kartini Tasikmalaya hadir sebagai garda depan dalam menerjemahkan “sinyal tubuh” yang kerap luput di tengah padatnya tugas.

Sebanyak 232 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini. Rinciannya, 198 personel militer Kodim 0612, 13 PNS Kodim, serta dukungan unsur lain seperti Zibang, Timpal, Rumkitban, hingga Korem.

Namun, angka itu bukan sekadar deret statistik yang rapi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan 199 personel dalam kondisi tanpa keluhan—sebuah kabar baik di tengah ritme tugas yang tak kenal jeda.

Meski begitu, 33 personel lainnya justru menjadi “catatan kaki” yang tak bisa diabaikan. Mereka memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

“Sebanyak 31 orang diarahkan menjalani pengobatan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Sementara itu, 21 personel harus berkonsultasi dengan dokter spesialis,” ujar Batipers Kodim 0612 Tasikmalaya, Peltu Tatang.

Beber dia, poli penyakit dalam menjadi tujuan terbanyak dengan 14 orang, disusul poli jantung, urologi, dan saraf masing-masing 2 orang, serta satu kasus ke poli bedah.

Baca Juga:K3 di Kota Tasikmalaya Diuji Kekompakan, Kepala OPD Sepi saat Senam BersamaDugaan Asusila Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Laporan

Gambaran ini seperti cermin diam—bahwa beban tugas dan pola hidup diam-diam mengendap di dalam tubuh.

Sebagai langkah deteksi dini, pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) juga dilakukan terhadap 200 personel. Sederhana, namun kerap menjadi alarm awal bagi penyakit yang datang tanpa aba-aba.

Tak ada insiden menonjol sepanjang kegiatan. Semua berjalan tertib, nyaris tanpa riak. Tapi justru di situlah letak maknanya: sunyi, rapi, namun berdampak.

Kegiatan ini menegaskan satu hal—prajurit bukan mesin yang bisa dipacu tanpa jeda. Di balik seragam dan disiplin, ada tubuh yang perlu dirawat, dipahami, dan didengar.

0 Komentar