RADARTASIK.ID – Laga panas antara AC Milan dan Juventus di Stadion San Siro berakhir tanpa pemenang.
Skor 0-0 dalam lanjutan Serie A ini mencerminkan jalannya pertandingan yang ketat, minim peluang, dan sarat kehati-hatian dari kedua tim.
Sejak awal laga, baik Milan maupun Juventus tampak lebih mengutamakan pertahanan ketimbang mengambil risiko dalam menyerang.
Baca Juga:Luca Calamai: Friedkin Seharusnya Tak Membiarkan Gasperini Menguasai AS RomaFabregas Ingin Bertahan di Como: Bodoh Jika Berfikir Saya Akan Pergi ke Chelsea
Tempo pertandingan berjalan cenderung datar, dengan kedua tim seperti “menarik rem tangan” demi menghindari kesalahan fatal.
Alhasil, peluang bersih yang benar-benar mengancam hampir tidak terlihat sepanjang 90 menit.
Meski tanpa gol, hasil ini tetap dianggap positif oleh kedua kubu.
Milan mempertahankan posisi ketiga klasemen dengan koleksi 67 poin, sekaligus menjaga jarak aman dari para pesaing seperti Como 1907 dan AS Roma.
Sementara itu, Juventus tetap berada di peringkat keempat dengan 64 poin, posisi krusial untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menilai hasil imbang ini sebagai langkah kecil namun penting dalam perjalanan timnya.
“Pertandingan yang sangat seimbang dan taktis. Ini adalah satu poin yang membuat kami selangkah lebih maju,” ujarnya seusai laga.
Baca Juga:Caressa Bantah Chivu Lebih Hebat dari Inzaghi: Simone Menangkan 2 Scudetto dan Lolos ke Final Liga ChampionsThierry Henry: Saya Pernah Meminta Moggi Menjual Del Piero
Pandangan serupa juga disampaikan pelatih Milan, Luciano Spalletti. Ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam pertandingan sebesar ini.
“Ini pertandingan yang cerdas. Kami harus tetap terorganisir sepanjang laga dan saya rasa kami melakukan hal yang benar,” kata Spalletti.
Hasil tanpa gol ini sekaligus mempertegas tren pertemuan kedua tim dalam beberapa waktu terakhir.
Dari lima duel terakhir antara Milan dan Juventus, empat di antaranya berakhir dengan skor 0-0.
Fakta ini menunjukkan bagaimana kedua tim kerap saling menetralkan kekuatan, terutama di lini serang.
Namun, sorotan di San Siro tidak hanya terjadi di atas lapangan.
Menjelang kick-off, kelompok suporter garis keras Milan, Curva Sud, melancarkan aksi protes yang cukup mencuri perhatian.
Dengan menyalakan lampu ponsel di tribun biru tingkat kedua, mereka membentuk tulisan “E139”—sebuah simbol yang merujuk pada harga tiket pertandingan yang dinilai terlalu mahal.
