RADARTASIK.ID – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan bersama timnya di tengah rumor yang mengaitkannya dengan Chelsea.
Dalam konferensi pers jelang laga menghadapi Genoa, Fabregas menilai pembicaraan soal masa depannya saat ini tidak relevan.
Fokus utamanya sepenuhnya tertuju pada performa Como di sisa musim yang semakin krusial.
Baca Juga:Siapa Steve Mijnans? Gelandang Serang Belanda yang Dipantau AC MilanClaudio Ranieri Dipecat AS Roma, Jurnalis Italia: Pemilik Klub Bahkan Tak Mengijinkannya Mengundurkan Diri
Ia bahkan menyebut akan menjadi keputusan “bodoh” jika dirinya memikirkan kemungkinan hengkang di tengah situasi seperti sekarang.
“Saya tidak perlu mengatakan apa pun karena saya tidak mendengar apa pun dari presiden. Kalian yang membicarakannya, saya tidak tahu soal itu. Akan sangat bodoh memikirkan hal-hal yang tidak penting saat ini,” tegas Fabregas dikutip dari Calciomercato.
Mantan gelandang timnas Spanyol itu juga memberi sinyal kuat bahwa dirinya akan tetap melatih Como musim depan.
Pengalamannya sebagai pemain profesional membuatnya lebih tenang dalam menghadapi spekulasi yang beredar.
“Saya pikir saya akan tetap menjadi pelatih Como. Pengalaman saya sebagai pemain membuat saya lebih santai menghadapi situasi seperti ini,” tambahnya.
Di sisi lain, Fabregas juga menyoroti kekuatan Genoa yang akan menjadi lawan berikutnya.
Ia mengakui tim tersebut layak berada di papan atas klasemen Serie A, melihat kualitas skuad yang dimiliki serta kinerja pelatih mereka, Daniele De Rossi.
Baca Juga:Inter Makin Italia: Bidik Kiper Lokal yang Sedang Merantau ke InggrisAllegri Minta Jaminan Furlani dan Igli Tare Beli Pemain yang Sesuai dengan Nama Besar AC Milan
“Menurut saya mereka adalah tim papan atas. Daniele melakukan pekerjaan luar biasa, dia pelatih yang tepat untuk gaya bermain mereka. Mereka tim yang sangat lengkap, dengan penyerang yang diinginkan 80 persen pelatih Serie A,” ujar Fabregas.
Cesc juga memuji atmosfer stadion Genoa yang disebutnya mengingatkan pada kompetisi Premier League.
Dukungan puluhan ribu suporter dinilai akan membuat pertandingan berlangsung menarik.
“Bermain di stadion dengan 30 ribu penonton selalu luar biasa. Ini pertandingan yang indah untuk dimainkan,” katanya.
Fabregas lalu menyinggung kekalahan dramatis dari Inter Milan di semifinal Coppa Italia. Meski kalah, ia justru mengaku bisa tidur nyenyak setelah pertandingan tersebut—sesuatu yang jarang terjadi.
