RADARTASIK.ID – Sebuah kisah lama kembali mencuat dari perjalanan karier Thierry Henry bersama Juventus.
Mantan penyerang timnas Prancis itu mengungkap alasan mengejutkan di balik keputusannya meninggalkan Juve pada 1999—sebuah periode singkat yang kerap dianggap sebagai salah satu fase paling kurang beruntung dalam karier gemilangnya.
Dalam wawancara di podcast Stick to Football, Henry membagikan cerita yang selama ini jarang diketahui publik.
Baca Juga:Claudio Ranieri Dipecat AS Roma, Jurnalis Italia: Pemilik Klub Bahkan Tak Mengijinkannya Mengundurkan DiriInter Makin Italia: Bidik Kiper Lokal yang Sedang Merantau ke Inggris
Ia mengisahkan momen penting yang melibatkan direktur olahraga Juventus saat itu, Luciano Moggi, serta ikon klub Alessandro Del Piero.
Henry bergabung dengan Juventus dari AS Monaco pada Januari 1999 dengan ekspektasi tinggi.
Namun, kenyataan di Turin jauh dari harapan. Ia kesulitan beradaptasi, terutama karena perubahan posisi yang membuatnya jauh dari peran aslinya sebagai penyerang tengah.
Saat itu, Juventus sedang mengalami transisi pelatih dari Marcello Lippi ke Carlo Ancelotti.
Dalam sistem yang digunakan, Henry justru ditempatkan sebagai pemain sayap bertahan dalam formasi 3-5-2—peran yang sangat berbeda dari posisi nomor 9 yang biasa ia mainkan.
“Di sana saya bermain sebagai wing-back, padahal sebelumnya saya adalah striker. Di situlah saya benar-benar memahami betapa sulitnya menjadi pemain profesional sejati dan apa arti bermain untuk tim,” ungkap Henry.
Namun, titik balik yang membuatnya memutuskan hengkang terjadi setelah sebuah pertandingan.
Baca Juga:Allegri Minta Jaminan Furlani dan Igli Tare Beli Pemain yang Sesuai dengan Nama Besar AC MilanLiverpool Kesal, Juventus Ingin Comot Alisson Becker Tanpa Biaya Transfer
Sebelum bahkan memasuki ruang ganti, Henry dipanggil oleh Moggi ke sebuah ruangan kecil.
Di sana, ia diberi tahu bahwa Juventus ingin meminjamkannya ke Udinese Calcio sebagai bagian dari rencana mendatangkan Marcio Amoroso ke Turin.
Situasi itu membuat Henry terkejut sekaligus tersinggung dan menganggap keputusan tersebut tidak menghargainya sebagai pemain.
“Mereka bilang ingin mengirim saya ke Udinese, tapi tetap percaya pada saya. Saya jawab, ‘Kepercayaan yang hebat… kalian percaya pada Del Piero? Kalau begitu kirim saja dia’,” kenang Henry.
Pernyataan tersebut diakuinya sebagai bentuk kekesalan, bahkan ia mengakui bahwa dirinya masih muda dan mungkin bersikap naif saat itu.
