RADARTASIK.ID— Perjuangan Veda Ega Pratama di lintasan Circuito de Jerez menghadirkan kisah penuh drama.
Pebalap muda Indonesia yang harus memulai langkahnya dari sesi Qualification 1 (Q1) itu sempat memantik harapan besar sebelum akhirnya dipaksa menerima kenyataan start dari posisi ke-17 pada balapan Moto3 Jerez, Minggu (26/4).
Jalan menuju grid utama memang tidak mudah. Namun, Veda menunjukkan mental bertarung yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Baca Juga:Update Klasemen Super League, Jumlah Poin Persib Disamai Borneo FC, Persija Jakarta Menguntit di Posisi ke-3Lucas Frigeri Bersinar, Selamatkan Arema FC dari Gempuran Persib Bandung di Stadion GBLA
Saat sesi Qualification 2 (Q2) memasuki fase krusial, rider Honda Team Asia itu sempat membuat kejutan dengan melesat sebagai yang tercepat.
Catatan waktunya yang menembus kisaran 1 menit 45 detik pada delapan menit terakhir sempat menempatkannya di puncak daftar waktu—sebuah sinyal bahwa ia mampu bersaing dengan para pebalap papan atas.
Sayangnya, persaingan di Moto3 selalu bergerak liar dalam hitungan detik.
Memasuki enam menit terakhir, Adrian Fernandez berhasil menggusur catatan waktu Veda.
Tak lama berselang, Scott Ogden ikut merangsek ke papan atas, disusul Maximo Quiles yang mulai menunjukkan taringnya.
Posisi Veda perlahan melorot hingga berada di urutan keenam, di belakang Adrian Cruces dan Brian Uriarte.
Situasi semakin panas ketika Quiles mencatatkan lap impresif di empat menit terakhir dan mengambil alih posisi teratas.
Di fase itu, Veda sempat masuk ke pit lane untuk menyiapkan upaya terakhir.
Baca Juga:Persija Gagal Pepet Persib Bandung di Klasemen, Pulang dengan Rasa Hambar dari Gianyar karena Ditahan PSIMArema FC Siap Menantang Kokohnya Persib di GBLA, Arkhan Fikri: Kami Datang Bukan Sekadar Tandang
Strategi itu menjadi perjudian, karena semua ditentukan pada satu putaran pamungkas.
Pada menit-menit akhir, drama benar-benar pecah.
David Munoz sempat mengejutkan dengan naik ke posisi terdepan, tetapi kejutan itu tak bertahan lama.
Quiles kembali menunjukkan kelasnya dengan torehan 1 menit 44,070 detik—waktu terbaik yang mengantarkannya merebut pole position untuk tim CFMOTO Valresa Aspar Team.
Di sisi lain, Veda terus memaksakan diri memperbaiki waktunya.
Dalam upaya all-out itulah ia mengalami insiden terjatuh.
Momen tersebut memupus peluangnya menembus posisi start yang lebih ideal, membuatnya harus puas mengawali balapan dari urutan ke-17.
Meski start dari baris belakang, penampilan Veda di sesi kualifikasi tetap menyisakan optimisme.
Ia sempat memimpin waktu di tengah persaingan sengit, bukti bahwa kecepatannya cukup kompetitif untuk menantang barisan depan.
