Taza juga menyiapkan ekosistem layanan lebih lengkap, termasuk toko perlengkapan umrah dan haji, agar jemaah bisa fokus ibadah tanpa repot urusan teknis. “Datang ke kami, semua kebutuhan terlayani,” tambah Nina.
Meski tren industri disebut fluktuatif akibat faktor ekonomi global, Taza mengklaim justru mengalami kenaikan sekitar 300 jemaah pada periode 2024–2025.
Bagi Nina, kuncinya bukan semata bisnis, melainkan orientasi keberkahan. “Kalau lurus ke Allah, Insyaallah jalan,” ucapnya.
Baca Juga:Kopi Biji Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Ledakan Kafe Picu Optimisme Ekonomi KreatifHalal Bihalal Kwarcab Pramuka Kota Tasikmalaya Teguhkan Komitmen Kebersamaan dan Pengabdian
Ia juga menegaskan, pihaknya telah mengantongi izin sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), dengan keberangkatan haji plus dijadwalkan mulai 5 Mei mendatang.
Di tengah kompetisi ketat travel umrah, kisah Asep dan Taza seperti menyentil: ketika pelayanan jadi inti, promosi bisa menepi. Sebab pada akhirnya, kepuasan jemaah adalah bahasa paling jujur—dan paling nyaring. (rezza rizaldi)
