Dua musim awalnya di AZ bisa disebut sebagai fase adaptasi.
Namun, pada musim ini, ia benar-benar meledak. Mijnans mencatatkan 10 gol di liga, 7 gol di kompetisi Eropa (Conference League), dan 3 gol di ajang piala domestik—angka yang menunjukkan kontribusi ofensif yang signifikan dari seorang gelandang.
Dalam skema 4-2-3-1, ia kerap dimainkan sebagai gelandang serang. Namun, fleksibilitasnya memungkinkan ia turun lebih dalam untuk membantu distribusi bola dan membangun serangan dari lini tengah.
Kemampuan ini membuatnya sangat berharga dalam fase transisi permainan.
Dengan tinggi badan 188 cm, Mijnans tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki kehadiran fisik yang kuat.
Baca Juga:Inter Makin Italia: Bidik Kiper Lokal yang Sedang Merantau ke InggrisAllegri Minta Jaminan Furlani dan Igli Tare Beli Pemain yang Sesuai dengan Nama Besar AC Milan
Ia dikenal memiliki kontrol bola yang baik, visi bermain tajam, serta kemampuan mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Umpan-umpan kuncinya sering kali menjadi pembeda dalam pertandingan.
AZ Alkmaar dikenal sebagai klub yang piawai dalam mengembangkan sekaligus menjual pemain bintang mereka dengan harga tinggi.
Untuk Mijnans, klub Belanda itu diperkirakan mematok harga awal sekitar €17-20 juta, atau setara Rp289 miliar hingga Rp340 miliar.
Angka tersebut masih tergolong masuk akal bagi klub sebesar Milan, meski mereka harus bersaing dengan beberapa tim dari Premier League yang juga mulai menunjukkan minat.
Saat ini, proses masih berada pada tahap evaluasi teknis awal.
Direktur teknik Milan, Geoffrey Moncada, bersama jajaran staf scouting tengah mengkaji secara mendalam profil Mijnans sebelum menyerahkannya kepada Allegri dan manajemen, termasuk Igli Tare, untuk keputusan akhir.
Jika transfer ini terealisasi, Mijnans berpotensi menjadi bagian penting dalam wajah baru lini tengah Milan—perpaduan antara pengalaman dan energi muda yang menjadi kunci ambisi Rossoneri kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
