Tak hanya olahraga, efek ekonomi ikut terasa. Area GOR dipenuhi UMKM—dari makanan, minuman, hingga merchandise olahraga. Ring menghasilkan pukulan, di luar ring perputaran uang ikut berdenyut.
KONI Kota Tasikmalaya turut memberi apresiasi. Event ini dinilai sebagai langkah konkret pembinaan usia dini sekaligus solusi sosial. Sebuah sindiran halus: ketika fasilitas tersedia, kenakalan remaja perlahan kehilangan panggungnya.
Panitia berharap Boxing Van Java menjadi agenda tahunan. Targetnya jelas—melahirkan petinju potensial sekaligus menjadikan Tasikmalaya sebagai titik baru sport tourism.
Baca Juga:Cing Eling Jadi Alarm Moral Persit Kodim 0612 Tasikmalaya, Dari Rutinan Jadi Refleksi HidupKolam Dikuras, Ikan Raib: Aksi Senyap Maling di Mangkubumi Tasikmalaya
Di tengah riuhnya sorak penonton, satu pesan terasa jelas: ketika anak muda memilih bertarung di ring, kota ini sedang belajar menukar konflik dengan kompetisi. (rezza rizaldi)
