Sepuluh Tahun Usai Juara Bersama Ranieri, Leicester City Resmi Terdegradasi ke Divisi Tiga

Leicester City
Ilustrasi pemain Leicester City Foto: Tangkapan layar Instagram@lcfc
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kisah jatuh bangun dalam sepak bola kembali menunjukkan sisi paling pahitnya.

Leicester City kini resmi terdegradasi ke divisi ketiga sepak bola Inggris, League One, setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Hull City pada pekan ke-44 Championship.

Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi The Foxes. Dengan dua laga tersisa, peluang untuk bertahan di Championship sudah tertutup.

Baca Juga:Klub Arab Saudi Rayu Rabiot Tinggalkan AC Milan: Tawari Gaji Rp469 Miliar Laporta Impikan  Bastoni dan Julian Alvarez, Barcelona Buang Marcus Rashford

Degradasi ini sekaligus menjadi yang kedua secara beruntun, setelah musim sebelumnya mereka terlempar dari Premier League.

Ironisnya, kejatuhan ini terjadi tepat satu dekade setelah momen paling gemilang dalam sejarah klub.

Pada musim 2015/2016, Leicester menciptakan salah satu keajaiban terbesar dalam dunia olahraga dengan menjuarai Premier League di bawah arahan Claudio Ranieri.

Saat itu, skuad Leicester yang dipimpin oleh nama-nama seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan N’Golo Kante mengejutkan dunia dengan menjuarai liga meski dijagokan dengan peluang 5.000 banding 1.

Sebuah cerita dongeng yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.

Namun kini, cerita itu berubah drastis menjadi tragedi olahraga.

Dalam laga penentuan melawan Hull, Leicester sempat menunjukkan tanda-tanda perlawanan.

Tim tamu lebih dulu unggul, tetapi Leicester mampu membalikkan keadaan lewat penalti James dan gol Thomas. Harapan sempat muncul di tribun King Power Stadium.

Sayangnya, gol penyeimbang dari McBurnie memastikan skor 2-2 bertahan hingga akhir. Hasil itu tidak cukup untuk menyelamatkan Leicester dari jurang degradasi.

Baca Juga:Ditumbangkan Inter Usai Unggul 2-0, Jurnalis Italia Tuding Como Terjebak dengan Permainan CantikUsung Misi Balas Dendam, Fabregas Pakai Formasi Tiga Bek saat Hadapi Inter di Semifinal Coppa Italia

Selain performa di lapangan, faktor lain yang turut berperan adalah hukuman pengurangan enam poin akibat pelanggaran finansial pada musim 2023/2024.

Tanpa sanksi tersebut, Leicester sejatinya masih memiliki peluang bertahan karena akan berada di atas zona degradasi.

Namun sepak bola tidak mengenal “seandainya”. Fakta di klasemen tidak bisa diubah, dan Leicester harus menerima kenyataan pahit turun ke League One.

Degradasi ini menjadi noda dalam sejarah panjang klub yang telah berdiri selama lebih dari satu abad.

Untuk kedua kalinya dalam 142 tahun, Leicester harus bermain di kasta ketiga sepak bola Inggris.

0 Komentar