Lebih menyakitkan lagi, momen ini datang saat klub seharusnya bersiap merayakan ulang tahun ke-10 gelar Premier League mereka pada 2 Mei 2026.
Alih-alih merayakan kejayaan masa lalu, para pendukung kini harus menghadapi kenyataan pahit tentang masa depan klub kesayangan mereka.
Dari puncak dunia sepak bola Inggris hingga terpuruk ke divisi tiga hanya dalam waktu sepuluh tahun, perjalanan Leicester menjadi pengingat betapa cepatnya roda sepak bola berputar.
Baca Juga:Klub Arab Saudi Rayu Rabiot Tinggalkan AC Milan: Tawari Gaji Rp469 Miliar Laporta Impikan Bastoni dan Julian Alvarez, Barcelona Buang Marcus Rashford
Kini, tugas berat menanti manajemen dan skuad Leicester. Mereka harus segera bangkit, membangun ulang tim, dan mencari jalan kembali ke jalur yang benar.
Karena jika tidak, kisah indah yang pernah mereka tulis bisa benar-benar berubah menjadi kenangan yang semakin jauh dari kenyataan.
