“Nah, ini apa yang kita lakukan workshop ini semata-mata adalah memang yang pertama adalah meningkatkan kompetensi atau kapasitas. Tapi ada hal lain juga apa? Membuat guru terus berkolaborasi, bersinergi. Dengan diberikan nutrisi, mereka menjadi satu pemahaman, satu tindakan. Jadi, guru dengan anak akan selalu apa ada bonding attachment,” tutur Yonandi.
Pada hari kedua, penguatan materi juga datang dari Kabid GTK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr Firman Oktora yang menekankan pentingnya profesionalisme guru, terutama dalam menjaga keseimbangan antara hak, kewajiban, dan pengembangan karier.
“Maka tadi Pak Kabid menyampaikan materi bahwa Bapak Ibu guru harus bekerja sesuai aturan. Bapak Ibu guru jangan jangan hanya menuntut hak tapi kewajiban dibiarkan. Bapak Ibu guru terus karirnya ditingkatkan dengan segenap potensi Bapak Ibu. Bapak Ibu guru terus hadir untuk anak,” ucapnya.
Baca Juga:Mohon Izin, Pak Wali Kota Tasikmalaya Daftar Itu Mulai Beredar!Adegan Drama Pemkot Tasik!
Ia menambahkan, Workshop ini menjadi bagian dari langkah SMAN 1 Tasikmalaya dalam memperkuat visi pendidikan Pancawaluya, yakni membentuk manusia unggul dengan karakter cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Melalui penguatan etos guru, Yonandi berharap tercipta ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang tangguh dan berkarakter. (Fitriah Widayanti)
