RADARTASIK.ID – Ketegangan internal tengah menyelimuti AS Roma yang sedang berusaha keras mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Seperti diketahui, hubungan antara Claudio Ranieri dan Gian Piero Gasperini dikabarkan memburuk hingga keduanya tak lagi saling bertegur sapa.
Situasi ini memaksa pemilik klub, keluarga Friedkin, turun tangan untuk meredam konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas tim.
Baca Juga:Comolli Siap Jor-joran di Bursa Transfer Meski Juventus Tak Lolos ke Liga ChampionsMedia Italia: Tak Harmonis, Allegri dan AC Milan Siap Cerai
Suasana di pusat latihan Trigoria digambarkan “membeku”—bukan karena cuaca, melainkan karena hubungan yang semakin dingin di dalam tubuh klub.
Ranieri, yang kini berperan sebagai penasihat senior, dan Gasperini sebagai pelatih utama, disebut berada dalam hubungan yang retak menyusul perbedaan pandangan yang semakin tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Konflik ini mencuat setelah komentar Ranieri sebelum laga melawan Pisa yang kemudian mendapat respons dari Gasperini.
Sejak saat itu, hubungan keduanya tidak kunjung membaik.
Bahkan, dalam momen terbaru, ketika keduanya datang ke Trigoria hampir bersamaan, namun tanpa saling menyapa—sebuah gestur yang mencerminkan renggangnya komunikasi di level tertinggi klub.
Gasperini sendiri tampak tidak dalam suasana hati yang baik.
Saat tiba di lokasi latihan, ia menunjukkan tanda-tanda ketegangan, bahkan sempat melontarkan komentar singkat kepada wartawan yang sudah menunggu di depan gerbang.
Situasi ini semakin menegaskan bahwa kondisi internal Roma jauh dari kata kondusif.
Di tengah suasana tersebut, manajemen klub langsung bergerak. Berdasarkan laporan media Italia, keluarga Friedkin meminta agar tensi segera diturunkan.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Inter Bantu AC Milan dan Juventus Segel Tiket ke Liga Champions Musim DepanKritik Ranieri ke Gasperini Bukti Nyata Ada Bom di Ruang Ganti AS Roma
Mereka juga merencanakan pertemuan internal untuk mengklarifikasi berbagai persoalan yang muncul, termasuk konflik personal dan perbedaan pendekatan dalam pengambilan keputusan.
Salah satu isu yang memperkeruh suasana adalah penanganan pemain cedera akibat perbedaan pandangan antara staf medis dan pelatih menjadi sorotan.
Beberapa pemain penting seperti Gianluca Mancini, Paulo Dybala, serta Konè dan Wesley berada dalam kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Namun, Gasperini dikabarkan ingin mengambil risiko dengan tetap memainkan beberapa di antaranya, sementara tim medis menyarankan sebaliknya.
Perbedaan keputusan ini memperlihatkan adanya celah koordinasi yang cukup serius dalam tubuh klub.
